Berita

Luhut-Sudirman Said

Bisnis

Soal Reklamasi Jakarta, Sudirman Said Akan Berhadapan Dengan Menteri Luhut

MINGGU, 14 MEI 2017 | 00:53 WIB | LAPORAN:

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menegaskan sikapnya tetap menolak reklamasi. Menurut dia, Tim sinkronisasi dibawah pimpinan Sudirman Said yang akan bekerja menggodok kajian reklamasi untuk memastikan dampak negatif-positif terkait reklamasi.

"Saya minta teman-teman untuk bersabar karena tim sinkronisasi akan mulai aktif secara intensif pada beberapa hari ke depan," ujar Sandiaga kepada wartawan di kantor DPD RI DKI, Jakarta Selatan, Sabtu (13/5)

Menurut Sandi, sejauh ini tim sinkronisasi sudah merencanakan agenda untuk menggelar serangkaian diskusi membahas reklamasi. Diskusi dipastikan Sandiaga akan berlangsung terbuka untuk umum. Data-data tentang reklamasi sudah disiapkan tim pakar saat masa kampanye.


"Posisi kami tetap sama pada masa kampanye yaitu kami menolak dan berencana untuk menghentikan reklamasi. Tentunya kami akan terbuka, berdialog, dan tim sinronisasi lagi memastikan data-data kita punya itu up to date," tegas Sandi.

Soal waktu penggodokan kajian reklamasi, Sandiaga menyebut tetap menggunakan skala prioritas. Dia memastikan komunikasi tim sinkronisasi bersama DPRD juga terjalin dengan baik.

Sebelumnya, Sandi meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menghargai sikap Anies-Sandi yang menolak reklamasi di Teluk Jakarta.

"Pak Luhut senior kami, dan sangat saya hormati, Pak Luhut pasti punya basisnya, tapi ini posisi kami, kita harus saling menghargai posisi kita yaitu posisi kita untuk menghentikan reklamasi," kata dia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (11/5).

Sandi enggan berpolemik lebih jauh dengan mantan kepala staf Kepresidenan itu di media. Dia mengaku akan menunggu undangan dari pemerintah pusat untuk membicarakan reklamasi.

"Kita tetap komitmen terhadap rencana kita untuk menolak reklamasi. Kita nggak mau berbicara policy per-policy yang rinci, tapi kita bicara gambaran besarnya saja," demikian Sandi.[san]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya