Berita

Hukum

Dari Keterangan Deniarto, KPK Telusuri Kepemilikan PT Murakabi Sejahtera

SENIN, 08 MEI 2017 | 21:02 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP. Kali ini, penyidik mendalami peran PT Murakabi Sejahtera, perusahaan yang masuk dalam konsorsium proyek E-KTP.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, penyidik memeriksa pihak swasta bernama Deniarto Suhartoyo dalam penelusuran tersebut. Diduga, perusahaan Deniarto ikut ambil bagian dalam proyek pengadaan E-KTP melalui PT Murakabi Sejahtera. Deniarto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong yang sudah berstatus tersangka dalam perkara itu.

"‎Saksi Deniarto kami periksa karena penyidik ingin mendalami kaitan saksi dengan salah satu perusahaan yang ikut dalam tender E-KTP, yaitu PT Murakabi," ujar Febri di kantornya, jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (8/5).


Bukan hanya itu, menurut Febri, melalui Deniarto pula penyidik mendalami kepemilikan PT Murakabi Sejahtera dan kaitannya dengan sejumlah aktor yang pernah dihadirkan dalam persidangan kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP.

"Tentu kami juga cek kembali keterkaitan dengan sejumlah aktor lainnya," ujar Febri.

Sebelumnya, mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera sekaligus keponakan Ketua DPR RI, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, pernah dihadirkan jaksa KPK dalam persidangan lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP.

Dalam persidangan, Irvan mengaku membeli PT Murakabi dari adik Andi Narogong, Vidi Gunawan. Menurut Irvan, pemilihannya sebagai ketua konsorsium Murakabi dan keberanian mengikuti proyek E-KTP, tidak terkait dengan hubungan keluarga antara dirinya dengan Setya Novanto.

Irvan sendiri pernah dipanggil penyidik KPK untuk pendalaman soal "tim Fatmawati", termasuk mendalami dan menggali fakta-fakta di persidangan sebelumnya dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya