Berita

Novel Baswedan/Net

Hukum

Inilah Enam Tindakan Tim Dokter Ke Novel Baswedan

SENIN, 08 MEI 2017 | 17:11 WIB | LAPORAN:

RMOL. Tim dokter yang merawat Novel Baswedan melakukan enam tindakan. Tujuannya guna mengetahui perkembangan kornea mata penyidik KPK yang baru-baru ini disemprot air keras oleh orang tak dikenal itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan enam tindakan tersebut, seperti menguji Novel membaca huruf dan angka di tembok, analisa langsung terhadap kedua mata menggunakan alat periksa mata manual.

Kemudian melakukan tindakan medis seperti memberikan cairan kimia terhadap kedua mata Novel. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi mata dengan indikator warna, memberikan Eye Drop hingga pengecekan tekanan pada mata, dan melakukan pemasangan dan pengecekan kembali lensa yang melindungi mata kanan apakah ada infeksi.


Febri menjelaskan, sejauh ini penglihatan mata kiri Novel masih seperti sebelumnya. Tim dokter juga masih meneliti pertumbuhan conjungtiva mata kiri yang tidak berubah dari sebelumnya.

"Sedangkan mata kanan progressnya sangat bagus, demikian juga untuk pertumbuhan kornea. Lensa di mata kanan sempat lepas namun setelah dicek tidak ada infeksi," ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (8/5).

Febri menambahkan, pihak keluarga dan KPK sangat berharap agar Novel dapat kembali bekerja dalam pemberantasan korupsi. Disamping itu, KPK juga masih menunggu kelanjutan dari proses penyelidikan kasus penyerangan Novel yang ditangani oleh Kepolisian.

"Kami dan keluarga berharap agar pelaku penyerangan hingga mastermind nya diproses hukum," pungkasnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran pihak yang menyerang Novel. Saat ini, tim penyelidikan sedang ditugaskan ke Singapura untuk meminta keterangan lebih jauh dengan Novel.

"Ini saya dengar dari Pak Kapolda (M Iriawan) sudah mengirim tim berangkat ke Singapura bertemu yang bersangkutan untuk menggali lagi. Mungkin dia ingat wajahnya (pelaku) seperti apa, kendaraannya seperti apa, dan seterusnya. Jadi Waktu itu sudah pernah ada beberapa informasi, kita kan selalu bergerak dari TKP. Dan yang kedua, itu adalah metode induktif, bergerak dari TKP, berusaha mengembangkan ke luar," ucap Kapolri di Jakarta, Sabtu (6/5) lalu. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya