Berita

Sudarto/Net

Politik

PPP Romi: Justru Sudarto yang Abal-abal

KAMIS, 04 MEI 2017 | 05:31 WIB | LAPORAN:

RMOL. Wakil Ketua Departemen Pemuda Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) versi Muktamar Pondok Gede​, Aji Tanjung menegaskan bahwa tudingan Ketua Umum Angkatan Muda Ka'bah versi Djan Faridz, Sudarto terhadap Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Romi) tidaklah benar.

"Mengenai tudingan saudara sudarto terkait M. Romahurmuziy perlu kami tegaskan bahwa justru Sudarto yang abal-abal dan tidak jelas asal-usulnya," tegasnya dalam surat elektronik ang dikirimkan ke redaksi, Kamis (4/5).

Sudarto sebelumnya​ membandingkan asal usal-usul Romi dengan Djan. Kata dia, Djan sejak awal memang PPP dan pernah menjadi Majelis Pakar DPP PPP sebelum akhirnya menjadi Ketum partai berlambang Ka'bah itu.


Sementara Romi, katanya, masuk ke PPP hanya karena dibawa oleh Ketua Umum PPP saat itu, Surya Darma Ali (SDA). Saat itu, karena kedekatannya dengan SDA, Romi yang baru masuk pun langsung dinobatkan menjadi Wasekjen DPP PPP. Padahal kata dia sebelumnya Romi merupakan Pengurus Garda Bangsa PKB Jawa Barat.

"Kemunculan Sudarto baru-baru ini di kubu Djan Faridz justru yang merusak PPP. Dialah sebenarnya dalang dari kekisruhan ini. Mengklaim dirinya sebagai Ketum Angkatan Muda Ka'bah (AMK), padahal abal-abal. Karena Ketum AMK adalah Joko Purwanto," ketus Aji Tanjung.

Sebelumnya, Romi menyatakan bahwa konflik yang terjadi di PPP tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tapi juga hingga ke tingkat daerah. Hal itu menurut Romi karena Djan Faridz selama ini kerab memberikan harapan palsu kepada para pengurus di daerah. Menjawab pertanyaan itu, Sudarto bilang Romi bak maling teriak maling. Tak terima dengan Sudarto, Aji Tanjung pun bereaksi. Pasalnya Aji menilai tindakan Sudarto​ selama ini justru memperkeruh suasana.

"Sudarto yang menjadi dalang dari aksi demo di Menkumham dan istrinya diduga tertangkap kamera bagi-bagi uang. Maka dari itu, saudara Sudarto agar berhenti memecah belah PPP. Kasihan kader di bawah," pungkasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya