Berita

Joko Widodo/Net

Bisnis

Kegigihan Presiden Promosikan Investasi Tidak Diimbangi Kinerja Tim Ekonomi

SELASA, 02 MEI 2017 | 16:27 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi berusaha meyakinkan para pemodal di Hongkong untuk berinvestasi di Indonesia.

Di forum tersebut yang berlangsung di Hotel Conrad Hongkong, seperti diberitakan, Jokowi mengajak para pemodal di Hongkong untuk berinvestasi pada “Sepuluh Bali Baru”.

Sekedar informasi, istilah “Sepuluh Bali Baru” merujuk pada Program 10 Destinasi Pariwisata di luar Pulau Bali yang diluncurkan pertama kali oleh Menko Maritim Rizal Ramli pada 9 September 2015 silam.


Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra mengapresiasi hal tersebut dengan catatan kritis.

"Saya salut dengan kegigihan Presiden Jokowi mempromosikan investasi di Indonesia. Kita semua tahu bahwa bukan kali ini saja Presiden promosikan investasi dalam lawatannya. Hanya sayangnya kegigihan Presiden ini seperti tidak diimbangi oleh kinerja yang nyata oleh tim ekonomi beliau di kabinet," jelasnya.

Gede kemudian memaparkan tentang data terbaru yang dirilis oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tom Lembong pekan lalu (26/4), yang menyebutkan bahwa pertumbuhan investasi asing langsung/foreign direct investment (FDI) sebesar 0,9 persen sepanjang kuartal pertama tahun 2017 adalah yang paling lambat dalam lima tahun terakhir.

Disebutkan Tom, faktor utama penyebab dari lambatnya pertumbuhan FDI tersebut adalah melambatnya kebijakan pemerintah yang terkait deregulasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat setidaknya 23 regulasi baru yang diterbitkan oleh berbagai kementerian yang dampaknya semakin memperumit bisnis dan investasi di Indonesia.

Untuk diketahui, pertumbuhan FDI di kuartal pertama 2017 sebesar 0,9 persen ini menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam bila dibandingkan dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Pada kuartal ketiga 2016 pertumbuhan FDI masih berada di level  7,8 persen. Kemudian pada kuartal keempat 2016 pertumbuhan FDI kembali turun ke level 2,1 persen.

"Berbasis fakta-fakta ini artinya belasan paket kebijakan terkait deregulasi yang diluncurkan oleh tim ekonomi Presiden ternyata telah gagal menunjukkan kinerjanya. Karena itu bila ada yang bilang tim ekonomi sekarang adalah dream team, bagi saya justru lebih pas bila disebut sebagai dreaming clown," tutup Gede.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya