Berita

fahri hamzah/net

Politik

Tak Diakui Partainya, Fahri Hamzah Ceritakan Perkara Perceraian Suami Istri

SELASA, 02 MEI 2017 | 14:08 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku miris mendengar kebijakan pimpinan partainya yang memiliki sikap yang tidak mematuhi undang-undang. Menurut Fahri sikap partainya yang menolak hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru menandakan jika pimpinan partainya tak paham hukum.

Namun demikian Fahri mengaku tak bisa berbuat banyak hal mengingat menurut Fahri dirinya saja sudah tak diakui didalam fraksi partainya.

"Saya enggak tahu ah. Katanya saya kan enggak diakui," kata Fahri kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5).


Fahri pun mengibaratkan masa depan dirinya dan partai PKS seperti perceraian istri dan suami.

"Kita jangankan memecat kader, menceraikan istri saja bisa digugat balik dan kalau pengadilan mengatakan perceraianmu tidak sah maka itu tetap istrimu," kata Fahri.

Fahri mengatakan pengadilan telah memutuskan pemecatan PKS terhadap dirinya tidak sah. Tetapi PKS, kata Fahri, seolah menjalankan pemerintahan sendiri dengan memutuskan dan mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya bukan lagi bagian dari partai.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman menolak hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sohibul menegaskan Fraksi PKS tidak ikut mengajukan hak angket tersebut.

"Menolak sejak awal tidak setuju dengan hak angket," kata Sohibul

Sohibul membuktikan tidak ada satupun anggota Fraksi PKS yang menandatangani pengajuan angket.

Lalu bagaimana dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menandatangani hak angket dari fraksi PKS ?

"Anda sudah tahu posisi Pak Fahri bukan lagi fraksi PKS. Anda jangan mengkategorikan Pak Fahri jadi Fraksi PKS," kata Sohibul.

Senada dengan Sohibul, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri merespon sikap Fahri Hamzah yang menandatangani hak angket KPK dari Fraksi PKS.

"Fahri sudah final bukan PKS lagi," kata Salim.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya