Berita

Politik

Broken Heart Ahoker

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 14:41 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

GAGAL move on adalah impact dari sindrom broken heart (patah hati). Abby McDonald bilang, "You can die of a broken heart. It's a scientific fact."

Ahoker mesti hati-hati. Kalian bisa mati beneran bila terus-terusan gagal move on.

In scientific term, broken heart
disebut stress-induced cardiomyopathy atau "takotsubo cardiomyopathy". Masalah jantung ini bisa menyerang sekalipun Ahoker merasa sehat fisik. Stress penyebab utamanya. Satu republik tahu, Ahoker stress. Pasca Ahok kalah telak di Pilgub.


Broken heart punya symptom serupa dengan heart attack (serangan jantung). Ada sakit di dada (angina). Nafas jadi pendek. Dalam kasus Ahoker galau, rasanya ngilu.  Terutama lihat chart grafik perolehan suara. Bedanya 16% coy!

Selain itu, arrhythmias (irregular heartbeat) atau "cardiogenic shock" merupakan ciri-ciri serangan broken heart. Ahoker mesti periksa detak jantung. Itu tanda jantung melemah. Sama seperti heart attack, cardiogenic shock ini penyebab kematian utama. Jantung gagal memompa oksigen ke otak.

Gejala tambahan, selain chest pain dan irregular heartbeat, Ahoker nyampah di Balai Kota. Kirim 3.000 standing flower. Nominalnya tembus 1,5 M.

The bad news: sindrom broken heart bisa bikin jantung Ahoker berhenti berdetak. It's no joke. Kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan.

Ahoker mungkin punya hasil test EKG normal. Blood test juga tidak menunjukan gejala serangan jantung. Karena memang ini broken heart sindrome.

Secara kasat mata, Ahoker jelas kena broken heart sindromw. Selama ini Ahoker punya ciri-ciri: baju kotak-kotak, rambut dicat bule, tattoo alis, dekil, kumal, dan ngompol. Sekarang, akibat patah hati dan galau berkepanjangan, penampilan mereka semakin semerawut. Tambah dekil. Aura sirik, dengki, marah, benci menggumpal di muka mereka. Kasian. Semoga cepat sembuh. Keep sending the flowers. Coz, it won't change a thing.[***]

Penulis Merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya