Berita

Politik

Anak Tidak Sekolah Harus Diselamatkan

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 07:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah diminta untuk menguatkan dan memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP), khususnya agar mampu untuk menuntaskan dan menyelamatkan anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah.  “Implementasi Inpres 7 tahun 2014 harus diperkuat. 

"Saya kira Mendikbud sudah berusaha keras dan harus didukung semua pemangku kepentingan. Kini fokusnya sebaiknya ke anak tidak sekolah yang jumlahnya ada sekitar 4,1 juta orang," tegas Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Iu Rusliana di Bandung (27/4).

Saat ini, lanjut Iu Rusliana, ada sekitar 4,1 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah dan itu harus menjadi perhatian. Sasaran Program Indonesia Pintar (PIP) lebih dari 17 juta orang. Saat ini  Kartu Indonesia Pintar telah dicetak dan didistribusikan ke rumah tangga sasaran. Akan tetapi harus diakui dalam pelaksanaannya, belum semua warga yang menerima KIP terlayani di satuan pendidikan. “Dari 17 juta sasaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut, terdapat 4,1 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah. Hal ini merupakan permasalahan tersendiri,” jelas Dosen UIN Bandung tersebut.


Dari 4,1 juta anak tidak sekolah tersebut, terdapat 2,9 anak yang sudah didata berdasarkan nama dan alamatnya. Akan tetapi yang terdaftar di Dapodikmas baru 393.829 ribu orang.

"Jauh kan angka yang terdata. Sungguh ini mengkhawatirkan. Sementara Bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan kesetaraan semakin tahun semakin menurun,” jelasnya.

Jika tahun 2017, program kesetaraan paket A dan B itu dialokasikan kepada 73.120 orang, untuk 2018 malah hanya 62.152. Padahal data Dapodik yang usianya di bawah 21 tahun itu ada 129.302 orang. “Untuk Paket C, sasarannya 93.075 orang, padahal kan data dapodiknya ada 274.527 orang.

"Saya kira DPR, Kemendikbud, serta Kementerian Keuangan harus memperhatikan ini. Jangan turun lah, harusnya naik dong agar persoalan pendidikan anak bangsa ini segera selesai dengan baik,” jelas Iu Rusliana.

Oleh karena itu, Iu Rusliana menyarankan agar ada penambahan anggaran untuk bantuan operasional penyelenggara pendidikan minimalnya untuk 248.062 peserta didik pendidikan kesetaraan. “Kalau anak tidak sekolah itu sudah masuk ke pendidikan kesetaraan namun tetap tidak dibiayai sangat dikhawatirkan malah mereka akan putus sekolah lagi,” tegas anggota Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah Jawa Barat tersebut. 

Dari 2,9 juta anak tidak sekolah, baru 393.829 orang yang terdaftar di dapodikmas. Artinya  masih lebih dari 2,5 juta anak tidak sekolah yang belum terdaftar di satuan pendidikan baik formal maupun non formal. Oleh karena itu untuk memaksimalkan upaya pelayanan terhadap anak tidak sekolah tersebut perlu sosialisasi dan pelibatan masyarakat dalam upaya memotivasi anak usia sekolah yang tidak sekolah agar mau masuk satuan pendidikan.

"Pelibatan masyarakat juga diperlukan dalam advokasi yang sudah masuk satuan pendidikan tidak putus sekolah lagi. Mereka kan rentan secara sosial, ekonomi  dan geografis," jelas tokoh muda Jawa Barat tersebut.

Iu Rusliana pun mengusukan agar ada proses sinergi dan menetapkan lokasi percontohan agar fokus programnya tertata dan berjalan mencapai tujuan.

"Saya kira ini bukan hanya program pemerintah pusat, dinas pendidikan di setiap provinsi memiliki kewajiban.Sinergi harus dibangun antara semua pemangku kepentingan. Karena mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas konstitusional yang harus dijalankan," tegasnya. [ysa]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya