Berita

Foto/Net

Politik

Fraksi PKS Pusat Dan Daerah Songsong Pemilu 2019

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 06:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rapat Akbar Pimpinaan Fraksi PKS se-Indonesia dihelat sebagai ajang konsolidasi dan kesamaan langkah Fraksi PKS pusat hingga daerah dalam rangka mengokohkan khidmat untuk rakyat guna meraih kemenangan PKS di Pemilu 2019.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam sambutannya pada acara Rapat Akbar Pimpinaan Fraksi PKS se-Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (27/4). Rapat akbar digelar selama tiga hari dari Kamis hingga Sabtu.

"Fraksi PKS DPR ditunjuk oleh DPTP PKS untuk memimpin kesatuan langkah Fraksi-Fraksi PKS di seluruh Indonesia. Hari ini kami ingin memastikan komitmen khidmat untuk rakyat guna meraih kemenangan PKS ke depan," ungkap Jazuli.


Ia mengatakan bahwa anggota Fraksi PKS DPR dan DPRD merupakan garda terdepan sekaligus etalase partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Untuk itu, Fraksi PKS ingin memastikan garis perjuangan fraksi seirama dari pusat hingga daerah sehingga manfaat dan dampaknya benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan jumlah anggota legislatif (Aleg) PKS di pusat 40 orang, jika digabung dengan Aleg DPRD di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai 1.200-an orang.

"Jumlah ini belumlah besar dibandingkan jumlah keseluruhan Anggota DPR dan DPRD nasional. Tapi, sejak awal kami tegaskan bahwa yang 1200-an orang ini harus punya kapasitas intelektual dan perubahan yang besar sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan rakyat," ungkapnya.

"Hari ini kita kokohkan komitmen Fraksi PKS untuk memperjuangkan tiga isu besar (garis perjuangan FPKS) yaitu kerakyatan, keummatan, dan pengokohan nasionalisme Indonesia. Lalu kita bangun sistem agar perjuangan tersebut benar-benar terealisasi hingga ke daerah-daerah," katanya Jazuli melanjutkan.

Diantara sarana perjuangan yang sudah digagas Fraksi PKS pusat, sebut Jazuli, adalah program nasional "Hari Aspirasi Rakyat" Fraksi PKS. Dan sudah dilaunching di banyak daerah.

"Melalui sarana Hari Aspirasi Rakyat ini Fraksi PKS mampu menyerap, mengagregasi, dan mencarikan solusi atas permasalahan yang diadukan rakyat. Jika tidak selesai di tingkat daerah, bisa kami perjuangkan di tingkat pusat. Inilah pentingnya sistem yang kami bangun tadi," kata Jazuli.

Selain itu, lanjut Jazuli, juga ada Lomba Penulisan bertema Kebangsaan yang sudah memasuki tahun kedua dan akan diumumkan pemenangnya pada puncak acara Milad PKS 19 pada Minggu 30 April besok. Lomba ini sebagai upaya Fraksi PKS untuk mengokohkan nasionalisme Indonesia.

Selanjutnya, tak kalah penting perhelatan "Lomba Baca Kitab Kuning" yang juga memasuki tahun kedua sebagai upaya melestarikan khasanah keilmuwan agama Islam yang rahmatan lil alamiin. Hari ini sekaligus kami akan secara resmi melaunching Lomba Baca Kitab Kuning.
 

Fraksi PKS pada momen istimewa kali ini juga akan merilis "Aspirasi TV" (TV-nya Fraksi PKS) pada hari terakhir Rapat Akbar ini (Sabtu, 29/4). Melalui Aspirasi TV ini, ungkap Jazuli, aktivitas Fraksi PKS dalam memperjuangkan kepentingan rakyat mudah-mudahan bisa diketahui publik secara lebih luas.

"Itu semua diantara ikhtiar Fraksi PKS agar semakin kuat dalam berkhidmat, melayani dan membela kepentingan rakyat. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati kami mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia," pungkas Jazuli.

Rapat Akbar Pimpinan Fraksi PKS se-Indonesia ini dibuka oleh Ketua Majelis Syuro PKS, Dr. Habib Salim Segaf Al-Jufrie bersama Ketua Fraksi PKS DPR RI, Dr. H. Jazuli Juwaini, MA, dan Ketua Fraksi PKS MPR RI, Ir. H. Tifatul Sembiring. Sekaligus diselenggarakan "Launching Lomba Baca Kitab Kuning" periode kedua. Selama tiga hari ke depan acara akan diisi dengan beragam acara mulai dari pidato politik Presiden PKS, pembekalan, hingga workshop bagi Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS se-Indonesia. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya