Berita

RMOL

Sosialisasi Empat Pilar MPR Langkah Hadapi Tantangan Kebangsaan

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 00:04 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

MPR RI bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangkaraya menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi yang diikuti 400 peserta dari anggota KNPI, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat berlangsung di GPU Tambun Bungai, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis sore (27/4).

Wakil Ketua MPR Mahyudin membuka sosialisasi Empat Pilar MPR. Selain Mahyudin, sebagai pemateri juga diisi anggota MPR dapil Kalimantan Tengah Agati Suli Mahyudin, dan anggota MPR Fraksi PAN Hang Ali Saputra Syah Pakan.

Dalam sambutannya, Mahyudin menjelaskan bahwa sosialisasi diperlukan karena MPR melihat masih ada ancaman terhadap negara. Dari dalam negeri, sekarang ini, diam-diam penyebaran paham-paham komunis masih saja ditemukan. Bahkan di kaca mobil secara terang-terangan ditempel simbol komunis, palu arit.


Juga pengaruh globalisasi menyebab nilai-nilai yang ada di masyarakat menjadi luntur. Dulu budaya gotong royong mewarnai masyarakat Indonesia, karena pengaruh budaya luar berubah menjadi individualis. Akibat globalisasi, semua dianggap modern, padahal kadang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Namun, walaupun ideologi sedang menghadapi berbagai ujian, alhamdulillah ideologi bangsa Indonesia lulus dari ujian.

"Buktinya, kita masih utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau gagal menghadapi ujian itu maka kita sudah bercerai berai," kata Mahyudin.

MPR melaksanakan sosialisasi empat pilar sebagai langkah antisipasi terhadap tantangan kebangsaan yang dihadapi sekarang. Tantangan kebangsaan itu baik internal maupun ekternal. Secara internal misalnya, kuatnya rasa kesukuan, kedaerahan, fanatisme, pemahaman agama yang keliru. Sehingga menimbulkan radikalisme, penegakan hukum yang dianggap tidak optimal atau tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Kemudian, tantangan secara ekternal menghadapi globalisasi. Negara yang dikenal budaya gotong-royong, bersaudaraan yang kuat, berubah menjadi invidualistik.

"Kalau masalah itu terus terjadi maka persatuan kita terancam. Oleh karena itulah MPR melaksanakan sosialisasi agar rakyat Indonesia betul-betul mencintai bangsanya, betul-betul memahami ideologi negaranya. Sehingga persatuan dan kesatuan tak tergoyahkan walaupun diganggu oleh negara-negara asing," demikian Mahyudin. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya