Berita

Karangan Bunga Di Balaikota/Net

Politik

Parade Kegagalan Di Balaikota

RABU, 26 APRIL 2017 | 13:51 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BAGAIKAN Mafia Don yang mati, Ahok dikirimi karangan bunga. Seribuan karangan dari "kami yang gagal move on" penuhi Balai Kota.

Sebuah parade kegagalan. Unjuk ketololan. Pamer paralogis. Dan arogansi akbar. Bakal jadi sampah beberapa hari lagi. Nggak mengubah apapun. Ahok tumbang. Anies Sandi menang pilgub. Angkanya mutlak, dua digit.

Bila 1 karangan bunga berbudget 800 ribu, maka budgetnya jadi 800 juta. Hanya untuk karangan bunga. Sebuah kesia-siaan absolut.


Para korban penggusuran Pasar Ikan masih terlunta-lunta. Hidup di atas puing. Sudah setahun. Jumlahnya ratusan KK. Mereka miskin mendadak pasca digusur Ahok.

Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75 persen. Artinya ada peningkatan sebesar 15.630 orang dari tahun 2015. Ahok ngapain aja. Ini dihitung berdasarkan income Rp 510.359 per bulan. Bila pake standar income 1 juta per bulan maka angka akan lebih besar.

Sementara penduduk miskin di Jakarta segitu banyak. Ahok warisi sejuta masalah. Anak putus sekolah, pengangguran, polusi, sanitasi buruk, ancaman banjir. Ahoker bergaya kirim karangan bunga galau kepada gubernur gagal Ahok.

Gaya hidup macam begini ngga bikin simpatik. Nambah 1 iota simpati pun tidak. Para pendukung Ahok tidak sensitif sosial. Menurut Oxfam, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia (pasti taipan nih) setara dengan kekayaan 100 juta rakyat. Di Jakarta saja, masih ada orang hidup di bawah kolong tol.

Jadi, ngga heran bila Ahok dan pendukungnya tidak disukai publik. Malah ada banyak netizen menulis: Usir Ahok. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya