Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Wilayah OKU Bisa Ditanami Ganja Berskala Besar

SENIN, 24 APRIL 2017 | 09:58 WIB

Penemuan ladang ganja yang ditanami di sela-sela tanaman kopi di wilayah Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tentu saja mengagetkan masyarakat.

Apalagi penemuan ladang tanaman daun ketawa itu baru pertama kali dalam kurun beberapa waktu terakhir ini.

Nah, tahukah Anda bahwa rupanya tanaman ganja memang cocok ditanam di tempat yang bersuhu dingin dan berdataran yang tinggi.


Di kabupaten OKU sendiri, dataran tingginya cukup banyak. Sebagai contoh di wilayah kecamatan Ulu Ogan itu sendiri.

"Tanaman ganja bisa tumbuh subur di dataran tinggi. Di OKU banyak dataran tinggi, contohnya di Ulu Ogan," ungkap Kepala Dinas Pertanian OKU, melalui Kabid Perkebunan, Usmin sebagaimana dimuat RMOLSumsel.Com.

Menurut dia, ada enam kecamatan dalam wilayah OKU yang berpotensi bisa ditanami ganja dalam skala besar. Yakni, Kecamatan Ulu Ogan, Muarajaya, Pengandonan, Semidang Aji, Sosoh Buay Rayap dan Lengkiti.

Sementara, praktisi ilmu pertanian dari Universitas Baturaja (Unbara) Dr Gribaldi berpendapat bahwa tanaman ganja bisa ditanam di seluruh lahan di kabupaten OKU. Ini karena ganja tidak masuk kategori tanaman khusus yang hanya tumbuh di daerah tertentu.

Aceh, sebut Gribaldi, hanya menjadi daerah asal tanaman tersebut. Di provinsi paling ujung Sumatera itu, ganja memang mudah ditemukan. Sebab ganja termasuk tanaman liar. Di sana pula, ganja menjadi rempah untuk penyedap masakan.

"Berbeda dengan opium yang membutuhkan lahan tertentu yang biasanya ditanam di daerah subtropis," ujar Gribaldi.

Meskipun bisa ditanam di mana saja, namun ganja cukup sensitif dengan sinar matahari.

Karenanya, petani ganja biasanya sering menanam pohon ganja di bawah naungan pohon atau tumpang sari untuk menghindari sinar matahari langsung.[wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya