Berita

Novel Baswedan/Net

Hukum

Pelaku Belum Tertangkap, Itu Bukan Karena Polisi Berselisih Dengan Novel

SABTU, 22 APRIL 2017 | 23:47 WIB | LAPORAN:

. Dua pekan berlalu kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan belum juga terungkap. Polisi membantah telah bekerja lamban terkait pengusutan kasus penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Benarkah polisi tidak serius usut kasus Novel karena pernah bermasalah dengan institusi Polri?

"Kita serius lah. Kita bentuk tim khusus. Kemudian kita mencari, memeriksa, kita olah TKP beberapa kali di sana. Tentunya kita perlu saksi-saksi yang melihat siapa selama ini. Kemudian dengan antara saksi dan barang bukti kita perlu sinkronkan di situ," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (22/4).


Argo menjamin, jika kasus ini akan cepat terungkap. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan institusi Polri untuk segera menangkap pelakunya. Mengingat, Novel tengah menangani dugaan korupsi e-KTP di KPK.

"Apapun ceritanya dia (Novel) kan keluarga besar polisi. Kami sama yang bersangkutan tidak ada perselisihan. Kami tetap berupaya mengungkap siapa pelakunya," jamin Argo.

Meskipun telah memeriksa banyal saksi, pihak kepolisian tetap akan menggali saksi lainnya. Pertimbangannya, minim saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

"Makanya kami perlu tanya saksi-saksi di situ satu-satu kami tanya mulai dari pedagang sayuran, Satpam yang jaga di situ. Apalagi ada CCTV yang tak kerekam," demikian Argo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya