Berita

Masinton Pasaribu/net

Hukum

KPK Cuma Diawasi, Bukan Dilemahkan

SABTU, 22 APRIL 2017 | 15:04 WIB | LAPORAN:

Hak angket yang diarahkan DPR RI kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan bertujuan untuk menghambat penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP.

Kalangan Komisi III DPR RI memang sedang menggalang kekuatan parlemen untuk menggunakan hak angket. Tujuannya, membuka rekaman pemeriksaan terhadap Anggota DPR dari Fraksi Hanura, Miryam S. Haryani, oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, mengatakan, apa yang dilakukan komisinya adalah dalam rangka pengawasan terhadap lembaga penegak hukum.


"Kalau berangkat dari kecurigaan, itu menjadi aneh. Tidak ada satu institusi pun yang tidak boleh diawasi," tegas Masinton kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/4).

Masinton ingatkan, UU 30/2002 tentang KPK mewajibkan komisi itu untuk memberi laporan pertanggung jawaban ke DPR, Presiden, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kalau pengawasannya kendor kepada KPK, lantas siapa lagi​ yang mengawasi kinerja lembaga dengan kewenangan besar itu?" ujar politisi PDI Perjuangan ini.

"Jadi, jangan alergi dengan pengawasan. Jangan bilang kalau KPK diawasi sudah pasti melemahkan, menghambat proses penyidikan. Itu paradigma yang keliru. Pengawasan harus lebih kuat," tambahnya. [ald]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya