Berita

Nusantara

Menteri Eko Mediasi Jaringan Bisnis Indonesia-Malaysia

JUMAT, 21 APRIL 2017 | 22:41 WIB | LAPORAN:

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjadi mediator pertemuan sejumlah perwakilan perusahaan Indonesia dan Malaysia di Kuala Lumpur.

Pertemuan dengan tajuk 'Indonesia-Malaysia Business Networking' dilakukan sebagai bentuk pengembangan potensi kerjasama dan investasi dalam sejumlah proyek pembangunan di Indonesia.

"Peluang investasi dari Malaysia cukup besar. Kita harus bisa menyambut baik dan dikelola lebih serius, sehingga selain dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Juga dapat menarik minat lebih banyak investor," ujar Menteri Eko dalam keterangannya, Jumat (21/4).


Dalam pertemuan yang digelar sejak Kamis kemarin (20/4), Menteri Eko menjadi mediator pertemuan perusahaan Indonesia dengan delapan perusahaan Malaysia. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang industri, perbankan, pertanian, infrastruktur jalan tol, listrik, dan telekomunikasi.

"Kita tentu berharap, pada akhirnya masuknya investasi dari Malaysia mampu memberikan dampak positif yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satu yang kita harapkan adalah investasi untuk elektrifikasi di desa-desa sebesar 30 ribu megawatt," jelasnya.

Dalam kunjungan ke Kuala Lumpur, Menteri Eko turut mengajak sejumlah BUMN, diantaranya PT. Wijaya Karya (WIKA) dan PT. PP.

Menteri Eko bertindak sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk membantu program percepatan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. Mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres), Menteri Eko melaksanakan sejumlah tugas, diantaranya yakni mencari peluang investasi, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia, serta mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi.

"Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan dengan pejabat tinggi Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan," demikian Menteri Eko. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya