Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjadi mediator pertemuan sejumlah perwakilan perusahaan Indonesia dan Malaysia di Kuala Lumpur.
Pertemuan dengan tajuk 'Indonesia-Malaysia Business Networking' dilakukan sebagai bentuk pengembangan potensi kerjasama dan investasi dalam sejumlah proyek pembangunan di Indonesia.
"Peluang investasi dari Malaysia cukup besar. Kita harus bisa menyambut baik dan dikelola lebih serius, sehingga selain dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Juga dapat menarik minat lebih banyak investor," ujar Menteri Eko dalam keterangannya, Jumat (21/4).
Dalam pertemuan yang digelar sejak Kamis kemarin (20/4), Menteri Eko menjadi mediator pertemuan perusahaan Indonesia dengan delapan perusahaan Malaysia. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang industri, perbankan, pertanian, infrastruktur jalan tol, listrik, dan telekomunikasi.
"Kita tentu berharap, pada akhirnya masuknya investasi dari Malaysia mampu memberikan dampak positif yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Salah satu yang kita harapkan adalah investasi untuk elektrifikasi di desa-desa sebesar 30 ribu megawatt," jelasnya.
Dalam kunjungan ke Kuala Lumpur, Menteri Eko turut mengajak sejumlah BUMN, diantaranya PT. Wijaya Karya (WIKA) dan PT. PP.
Menteri Eko bertindak sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk membantu program percepatan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. Mendapat tugas langsung dari Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Keppres), Menteri Eko melaksanakan sejumlah tugas, diantaranya yakni mencari peluang investasi, mengidentifikasi dan mengatasi persoalan yang menghambat investasi di Indonesia, serta mengawal dan memastikan kelancaran proses realisasi investasi.
"Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan dengan pejabat tinggi Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan," demikian Menteri Eko.
[zul]