Berita

Foto/Net

Dunia

Badan Pengawas Senjata Global Temukan Gas Sarin Di Suriah

JUMAT, 21 APRIL 2017 | 09:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gas kimia beracun jenis sarin terbukti digunakan dalam serangan di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib, Suriah, 4 April lalu. Serangan di kota yang dikuasai pemberontak itu merenggut sedikitnya 87 korban jiwa, termasuk anak-anak.

Demikianlah temuan pen­gawas senjata kimia global atau Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Prohibition of Chemi­cal Weapons/OPCW). Menurut Ketua OPCW Ahmet Uzumcu, sampel dari 10 korban serangan 4 April di Khan Sheikhun yang diperiksa di empat laboratorium "menunjukkan paparan sarin atau zat serupa sarin."

"Hasil analisa dari empat labo­raturium yang ditunjuk OPCW menunjukkan adanya paparan gas sarin atau bahan mirip sarin. Kami akan merilis analisa lebih lanjut, namun hasil tersebut tak bisa terbantahkan," jelas Uzum­cu kepada delegasi untuk dewan eksekutif OPCW, Rabu (19/4), di kantor pusatnya di Den Haag.


Misi pencari fakta yang diben­tuk OPCW siap untuk dikirim ke kota tersebut "jika situasi keamanan memungkinkan", katanya, menambahkan, tim itu terus melakukan wawancara dan mengumpulkan sampel

Selain itu, dinas intelijen Pran­cis akan memberikan bukti dalam beberapa hari mendatang bahwa pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia pada serangan di Ibdlib.

"Ada penyelidikan yang sedang dilakukan dinas intelijen Prancis dan intelijen militer. Ini adalah pertanyaan dalam beberapa hari dan kami akan memberikan bukti bahwa rezim Suriah melakukan serangan ini," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault.

"Kami memiliki elemen yang memungkinkan kami menun­jukkan bahwa rezim tersebut dengan sengaja menggunakan senjata kimia," imbuhnya.

Sedikitnya 89 orang, termasuk 33 anak-anak dan 18 wanita, tewas dalam serangan yang didu­ga menggunakan gas sarin di kota Khan Sheikhun. Angka-angka itu berasal dari otoritas kesehatan oposisi yang menguasai Idlib. Namun pemerintah Suriah mem­bantah menggunakan gas saraf.

Serangan ini membuat AS melancarkan serangan rudal ke sebuah pangkalan udara Suriah. Pangkalan udara itu diyakini me­nyimpan senjata kimia. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas.

Gas sarin sendiri merupakan senyawa kimia yang dikategorikan sebagai agen saraf. Zat itu bekerja dengan menyerang sistem saraf manusia. Korban yang terpapar gas mematikan ini akan mengalami gelaja kesulitan bernafas dan men­geluarkan busa dari mulutnya.

Efek tersebut sesuai dengan yang dialami korban di Suriah. Dalam beberapa video menyayat hati yang beredar di media so­sial, warga hingga anak-anak terlihat kesulitan bernapas, men­geluarkan busa dari mulutnya dan mata berair.

Ada dugaan jika serangan gas beracun tersebut dilancarkan oleh pemerintahan Bashar al-Assad. Namun, rezim Suriah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya hanya reka­yasa semata. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya