Berita

Net

Hukum

Andi Narogong Keluarkan Ratusan Juta Rupiah Kuasai Proyek E-KTP

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 16:35 WIB | LAPORAN:

Direktur PT Java Trade Utama Johanes Richard Tanjaya menjelaskan pembentukan Tim Fatmawati dalam pengadaan identitas elektronik (e-KTP), untuk melancarkan misi Andi Agustinus alias Andi Narogong menguasai proyek.

Menurutnya, untuk menguasai proyek tersebut, Andi rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah. Salah satu contoh, Andi rela menggaji karyawan PT Java Trade Utama sebesar Rp 5 juta per bulan demi memenuhi hasrat sebagai pemain utama dalam proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Tim tersebut beranggotakan delapan orang.

Selain berani merogoh kocek dalam-dalam, Andi juga menginginkan agar PT Java Trade Utama tetap menjadi bagian dari konsorsium Murakabi. Pasalnya, konsorsium itu dibangun sebagai pendamping dari konsorsium PNRI dan konsorsium Astragraphia dalam proses lelang proyek e-KTP.


"Dia (Andi Narogong) kan memiliki kepentingan menjadi pemenang proyek e-KTP," ujar Johanes saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4).

Di kesempatan sama, Jimmy Iskandar Tedjasusila selaku anggota tim dari PT Java Trade Utama mengaku hampir tujuh bulan dirinya bekerja dalam pemberkasan sebelum pengumuman lelang proyek e-KTP. Selama itu pula Jimmy mendapat gaji Rp 5 juta per bulan.

"Saya tiap bulan naik ke lantai tiga bagian keuangan ambil ke staf Andi, Bu Susi gitu saya lupa," katanya.

Lebih lanjut, Jimmy juga menjelaskan Andi juga mengatur agar menjadi pemenang tender konsorsium PNRI. Untuk memuluskan niat itu dibentuklah konsorsium Astragraphia dan Murakabi. Jimmy tidak membantah pembentukan dua konsorsium itu hanya sebagai pendamping dari PNRI.

"Betul, mendekati pengumuman (lelang proyek) dikumpulkan 10 perusahaan yang kemampuannya bisa jalankan ini. Jadi dipecah tiga, lalu masing-masing konsorsium buat anggotanya. Sebagian besar di Fatmawati masuk ke PNRI, Java trade tidak pernah masuk ke konsorsium," pungkasnya. [wah] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya