Berita

Nusantara

Kemendikbud: Amelya Bunuh Diri Karena Bocoran Ujian Sekolah

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 15:36 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengklarifikasi kasus kematian Amelya Nasution, siswi SMKN 3 Padang Sidempuan.

Kematian Amelya disebut berawal dari "bocoran" kunci jawaban ujian sekolah mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes), bukan kunci jawaban Ujian Nasional.

Kronologisnya, Amelya melakukan bunuh diri dengan cara menenggak racun setelah terlibat "perang komentar" di facebook rekan sekelasnya. Di status facebook itu, salah seorang siswi SMKN 3 membahas soal bocoran kunci jawaban mata pelajaran Penjaskes yang hanya diperoleh segelintir siswa.


Status facebook tersebut kemudian menjadi perbincangan, sehingga Amelya dan dua temannya dipanggil pihak sekolah. Diduga akibat diintimidasi dan diancam dijerat UU ITE, Amelya nekat bunuh diri.

Kemendikbud melalui Inspektur Investigasi, Suyadi, telah melakukan penelusuran secara menyeluruh atas kasus ini. Suyadi mengakui, ia menemukan situasi tidak kondusif di SMKN 3 Padang Sidempuan akibat konflik antar kelompok guru senior.

"Ada dua kubu. Sebagian guru saling klaim mereka paling benar. Makanya kasus ini menyeruak. Tidak ada hubungannya dengan USBN dan UNBK. Tapi masalahnya di Ujian Sekolah, mata pelajaran Penjaskes," kata Suyadi di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (20/4).

Investigasi dilakukan pihaknya karena banyak ketidakberesan SMKN 3 yang terkuak setelah kasus kematian Amelya menjadi isu nasional. Misalnya, kabar mengenai pungutan liar dan perilaku oknum guru yang membocorkan kunci jawaban ujian sekolah.

Saat ujian Penjaskes, 278 siswa mengikuti prosesnya. Salah seorang siswa, yang adalah keponakan dari guru mata pelajaran tersebut, mendapat bocoran jawaban yang ternyata menyebar ke sebagian siswa lain. Namun karena distribusi contekan tidak merata, salah seorang siswa mengumpat melalui facebook. Lalu terjadilah perbedatan antar para siswa SMKN 3 di status Facebook tersebut.

"Yang memasang status inisialnya IA. Amelya hanya berkomentar di status itu," kata Suyadi.

Mengenai kematian Amelya, Suyadi menegaskan pihaknya telah berkordinasi dengan Polres Padang Sidempuan untuk mengusut dugaan unsur pidana. Pihaknya hanya mengusut pelanggaran administrasi dan permasalahan kisruh guru-guru di SMKN 3.

"Kasus kematian Amel diurus Polres. Kami mengurus pelanggaran administrasi oleh sekolah dan juga bentrokan kelompok guru yang terpecah," demikian Suyadi. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya