Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Saksi Tak Percaya Konsorsium Bawaan Andi Narogong Urus E-KTP

KAMIS, 20 APRIL 2017 | 14:22 WIB | LAPORAN:

Direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya menilai tiga konsorsium yaitu Murakabi, Astragraphia dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) tidak mumpuni untuk mengerjakan proyek pengadaan e-KTP.

Menurut Johanes, ketiga konsorsium itu tidak memungkinkan memproduksi e-KTP lantaran tidak memiliki tim pengerjaan yang cakap, dari sisi percetakan juga masih di bawah rating standar perusahaan besar. Ia tak mengerti alasan pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri, Andi Agustinus alias Andi Narogong menggandeng tiga konsorsium tersebut.

"Saya nggak mau tiga bendera itu, karena tiga-tiganya nggak memungkinkan produksikan ini. Tim itu saya lihat nggak solid. Ini pekerjaan besar tapi dikerjakan tim yang sembarangan. Saya ingin perusahaannya itu perusahaan yang punya kapasitas. Saya lihat tim percetakannya saja kurang mumpuni, nilainya 60. Saya marah pada andi. Dia bilang saya dimarahin pak Irman," ujar Johanes saat dihadirkan di persidangan lanjutan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).


Lebih lanjut, Johanes mengaku sempat menyatakan mundur dan tidak ikut menjadi bagian dari ketiga konsorsium tersebut. Keputusan itu diambil sebelum proses lelang berjalan.

"Posisi saya sudah mundur. Tapi Andi minta saya mengawasi saja. Saya awasi tim saya. Saya disuruh bantu Murakabi," pungkasnya.

Diketahui, perkenalan Johanes dengan Andi Narogong dimulai sekitar Mei hingga Juni 2010. Saat itu terdakwa Irman meminta Johanes untuk membantu mempersiapkan desain proyek e-KTP dan memperkenalkan Andi Agustinus alias Andi Narogong kepada Johanes dan Husni Fahmi bahwa Andi menjadi orang yang mengurus penganggaran dan pelaksanaan e-KTP.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya