Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemilihan Rektor UGM Bisa Diulang Kalau...

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 10:49 WIB | LAPORAN:

Dugaan persekongkolan dan kecurangan pada proses pemilihan Rektor Unversitas Gadjah Mada (UGM)  Yogyakarta terus mengemuka.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi mengatakan, jika terbukti, maka proses seleksi yang menghasilkan tiga kandidat rektor UGM bisa diulang.

"Ya (bisa diulang), kalau ada bukti yang betul,” kata Sofian di Jakarta.


Proses pembatalan atau pengulangan seleksi bakal calon, menurut dia, sepenuhnya adalah kewenangan Menristek Dikti. Jika Menristek Dikti meminta pendapat KASN, terkait dugaan proses yang tidak fair, tersebut, KASN bisa memberi masukan dan rekomendasi.
 
Selain itu, KASN juga bisa langsung memberi rekomendasi jika menerima pengaduan tersebut. Karena tanpa pengaduan, KASN tidak bisa tiba-tiba memberikan rekomendasi kepada Menrsitek Dikti.

Untuk itulah Sofian meminta pihak-pihak yang memiliki bukti persekongkolan dan kecurangan untuk segera membuat pengaduan kepada KASN. Karena hingga saat ini, KASN belum menerima pengaduan seperti itu.

"Kami menunggu. Karena kalau tidak ada pengaduan, maka kami tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Menristek Dikti," lanjut Sofian.

Sofian membenarkan, carut-marut proses pemilihan Rektor UGM kali ini bisa menjadi bom waktu. Harusnya proses berjalan adil, karena masyarakat luar turut mengawasi dan memperhatikan proses tersebut. “Ini kan universitas, yang menjadi pusat perhatian masyarakat. Harusnya mengedepankan keilmuan saja tanpa ada unsur politik," kata dia.
 
Dugaan kecurangan dan persekongkolan pada pemilihan Rektor UGM memang mengemuka. Pada proses yang meloloskan tiga nama, yakni Panut Mulyono, Ali Agus, dan Erwan Agus Purwanto, diduga sarat dengan politik persekongkolan. Bahkan, untuk memuluskan langkah dalam meloloskan ketiga nama tersebut, diduga kuat bahwa terjadi kecurangan dalam proses penghitungan nilai.

Sementara anggota Komisi X DPR Sofyan Tan berharap, Menristek Dikti bisa tegas terhadap proses pemilihan Rektor UGM. Jika memang ditemukan bukti kecurangan dan persekongkolan, Menristek Dikti harus segera bertindak, termasuk membatalkan proses sebelumnya.

"Pembatalan itu kewenangan Menristek Dikti. Tetapi kita berharap, agar Menrsitek Dikti bersikap adil dalam proses pemilihan rektor," kata Sofyan Tan.

Menristek Dikti, tega Sofyan Tan, memang harus menangani persoalan ini secepatnya. Karena jika dibiarkan, justru akan memunculkan kondisi kotraproduktif pada lembaga pendidikan tersebut. Terlebih, Menristek sudah menargetkan bahwa UGM harus masuk ke dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik di dunia. Jangan gara-gara pemilihan rektor ini, lanjut Sofyan Tan, maka terjadi perpecahan di dalam masyarakat kampus.

Untuk itu pula Sofyan Tan berharap, agar pihak-pihak yang menemukan kecurangan dan bukti persekongkolan, agar segera melapor sehingga dugaan kasus tersebut bisa terbuka. Yang jelas, lanjut dia, sebagai wakil rakyat DPR dengan tegas menolak segala bentuk persekongkolan dan kecurangan dalam proses pemilihan Rektor UGM.

"DPR adalah wakil rakyat dan rakyat menginginkan kedilan. Artinya, siapa yang menjadi Rektor UGM harus mereka yang terbaik yang juga terpilih melalui cara-cara yang baik. DPR tetap ingin agar tak ada nuansa politik dalam pemilihan tersebut," lanjut Sofyan Tan.[wid] 

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya