Berita

Sidarto Danusubroto/TMP

Politik

Sidarto PDIP: Investor Ketakutan Jika Negara Dikuasai Golongan Radikal

MINGGU, 16 APRIL 2017 | 09:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Acara Campursari Sambung Rasa Masyarakat Jawa "Sesarengan Sami Mbangun Nagari" yang diinisiasi oleh DPP Taruna Merah Putih (TMP) akan menjadi energi tersendiri untuk memenangkan pasangan Basuki-Djarot. Pasalnya, satu per tiga dari penduduk Jakarta adalah masyarakat Jawa.

Demikian disampaikan politikus senior PDI Perjuangan, Sidarto Danubroto. Menurutnya, acara tersebut merupakan sarana menyatukan masyarakat Jawa untuk mendukung pasangan Basuki-Djarot.

"Ayo yang pada putaran pertama belum kompak. Pada putaran kedua harus kompak," katanya dalam acara Campursari Sambung Rasa Masyarakat Jawa 'Sesarengan Sami Mbangun Nagari' di Balai Sabrini, Jakarta Selatan, Sabtu malam (15/4).


Menurutnya, perjuangan ini bukan hanya sekedar memenangkan Basuki-Djarot . Namun ingin mengembalikan Jakarta menjadi kota yang lebih beradab.

"Kami tidak ingin Jakarta jatuh ke tangan orang-orang radikal,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan jika Jakarta dikuasai oleh golongan radikal maka iklim ekonomi tidak akan terus berkembang.

"Investor akan ketakutan jika negara kita dikuasai oleh golongan radikal. Yang jumlahnya padahal sangat dikit,” imbuhnya.

Mantan ketua MPR RI menegaskan bahwa dirinya tidak ingin Indonesia menjadi negara yang masyarakatnya anti keberagaman dan lebih mengutamakan kebenaran tunggal. Jika ini terjadi maka Indonesia akan menjadi negara-negara di timur tengah.

"Waktu kami berkunjung ke Irak, kami dan rombongan tidak lagi bisa melihat adanya negeri dongeng seribu satu malam. Yang ada pertempuran berkepanjangan hanya untuk kebenaran tunggal,” paparnya.

Maka itu dia mengajak seluruh kader TMP untuk menjaga empat pilar kebangsaan.[wid]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya