Berita

Dunia

LAPORAN DARI MESIR

Kapel Dan Musala Di Puncak Sinai

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 18:50 WIB | LAPORAN:

Gunung Sinai di Semenanjung Sinai Mesir adalah gunung gersang bebatuan dengan ketinggian 2.285 meter dari permukaan laut, dan berdiri di pegunungan sebelah selatan Mesir.

Gunung ini merupakan salah satu tempat penting yang wajib dikunjungi para peziarah Nasrani bila berkunjung ke Mesir. Berdasarkan Alkitab, di puncak Gunung Sinai inilah Nabi Musa menerima 10 Perintah Allah melalui beberapa kali perjumpaan dengan Sang Pencipta.

Pendakian ke puncak dapat dilalui dengan berjalan kaki dari Biara St. Chatarina sejauh sekitar 9 kilometer atau dengan menunggang unta dengan tarif  30 dolar AS sekali jalan. Perjalanan dengan unta dilakukan Kantor Berita Politik RMOL bersama rombongan peziarah asal Indonesia pimpinan Arijanto dan Romo Pamungkas, Pr, beberapa waktu lalu.


Pendakian dilakukan pada dini hari agar terhindar dari panas terik padang gurun. Selain itu, agar dapat menyaksikan matahari terbit serta menikmati panorama pegunungan yang indah di pagi hari ketika tiba di puncak gunung.

Untuk melakukan pendakian dini hari tentu harus melengkapi diri dengan pakaian dingin, seperti jaket, sarung tangan, penutup kepala, minuman dan makanan ringan. Dalam perjalanan dari bawah hingga puncak gunung dengan menunggang Unta di malam hari, harus ekstra waspada menjaga keseimbangan dengan berpegangan pada tempat duduk di punggung Unta karena melewati jalan setapak yang tidak mulus penuh bebatuan serta jurang yang cukup dalam di sisi kiri kanan.

Pemandangan malam hari ketika rombongan menuju puncak gunung diterangi cahaya bulan yang sedang bersinar penuh, sehingga membuat pemandangan sekitar gunung terlihat luar biasa. Perjalanan sekitar 8 kilometer hingga pemberhentian terakhir dengan unta menjadi tidak terasa panjang dan melelahkan.

Dari perhentian terakhir, rombongan peziarah melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyusuri tangga batu alami yang terjal sehingga dibutuhkan ekstra tenaga disertai pengaturan nafas agar dapat menapaki bebatuan cadas.

Rasa letih ketika mendaki sekitar 750 anak tangga Gunung Sinai seketika sirna ketika rombongan berhasil tiba di puncak gunung tempat Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah. Ucapan syukur terucap dari seluruh peziarah ketika melihat kebesaran Tuhan atas karyanya dengan sinar matahari yang menerangi bukit-bukit di sekitar Gunung Sinai. Di antara para peziarah ada yang menitikkan air mata bahagia ketika Romo Pamungkas memimpin doa bersama.

"Sungguh ini adalah anugerah yang luar biasa dapat mencapai puncak Gunung Sinai," ungkap Adi Satyawan.

Hal yang sama juga disampaikan Hadi Oyon Karyono yang telah dua kali mendaki Gunung Sinai.

Tak hanya itu, ada keunikan lain yang mengagumkan di puncak Gunung Sinai. Dua bangunan ibadah didirikan berdampingan di tempat yang suci ini, yakni Kapel Koptik atau gereja kecil dengan lukisan Nabi Musa dan Musala dengan Alquran di dalamnya.

Kisah Nabi Musa yang merupakan nabi bangsa Israel terdapat dalam Alkitab Ibrani dan Alkitab Perjanjian Lama agama Kristen serta di Alquran, di mana Musa ditugaskan untuk membawa Bani Israil (Israel) keluar dari Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 873 kali dalam 803 ayat dalam 31 buku di Alkitab Terjemahan Baru dan 136 kali di Al-Quran.

Musa adalah anak Amram bin Kehat bin Lewi, anak Yakub bin Ishak. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1450 SM. Ia memiliki dua orang anak (Gersom dan Eliezer) dari istrinya, Zipora. Ia wafat di Tanah Tih (Gunung Nebo) sekitar sebulan sebelum bangsa Israel memasuki tanah Kanaan setelah 40 tahun mengembara di padang gurun sesudah keluar dari Mesir.

Musa adalah seseorang yang diutus oleh Allah untuk pergi membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, dan menuntun mereka pada tanah perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Abraham, yaitu tanah Kanaan.

Musa harus melewati berbagai macam rintangan sebelum akhirnya benar-benar menerima mandat sebagai orang yang diutus oleh Allah untuk membebaskan bangsa Israel, misalnya ketika dia hampir dibunuh ketika masih bayi, dikejar-kejar oleh prajurit Firaun, sampai harus menjalani hidup sebagai gembala di tanah Midian selama 40 tahun. Itu semua diizinkan Tuhan untuk membentuk karakternya, sampai akhirnya Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam peristiwa semak duri yang menyala, tetapi tidak dimakan api

Ketika Musa sudah menerima mandat untuk membebaskan bangsa Israel, kuasa Tuhan mulai menyertai Musa, ditandai dengan adanya mukjizat-mukjizat yang diadakan oleh Tuhan melalui Musa, baik ketika masa pembebasan Israel dengan tulah-tulah, maupun ketika masa perjalanan bangsa Israel ke Kanaan.

Pada akhirnya, Musa tidak sampai memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, oleh karena kesalahan perkataan Musa di Mara yang disebabkan oleh betapa pahit hati Musa menghadapi orang Israel. Musa hanya mengantarkan orang Israel sampai ke tepi timur sungai Yordan, sebelum menyeberang ke tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan tersebut.

Musa digantikan oleh abdinya yang setia yaitu Yosua bin Nun, yang akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel masuk dan menduduki tanah Kanaan. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya