Berita

Politik

Nusron Wahid Ajak Pemilih Gunakan Kinerja Sebagai Dasar Pertimbangan

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 16:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Pemilih Jakarta tak boleh terpengaruh dengan berbagai provokasi dan ancaman dari kelompik tertentu. Dan idealnya, memilih pemimpin di DKI Jakarta harus didasari pertimbangan kinerja.

"Dan kalau bicara itu, tentu Pak Ahok dan Pak Djarot sudah membuktikan banyak perbaikan di Jakarta," kata Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera) Nusron Wahid.

Hal ini disampaikan Nusron saat mendampingi Djarot Saiful Hidayat dalam acara Silaturahmi dan Pengajian Sahabat Ahok-Djarot, di kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, di jalan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (13/4).


Acara yang diikuti ratusan masyarakat Kecamatan jatinegara itu juga dihadiri Dave laksono dan Sekretaris Tim Pemenangan Basuki Djarot, Tb Ace Hasan Syadzily.

"Kali yang tadinya kotor dan bau karena berisi limbah akibat pembuangan sampah sembarangan, sekarang sudah ada pasukan oranye yang membersihkan, pembangunan jelas terlihat, pembangunan manusianya juga konkret ada KJP, bahkan ada KJP khusus santri. Jadi mau nyari yang bagaimana lagi kalau yang ada sekarang ini sudah cukup bagus,” sambung Nusron.

Nusron mengatakan, mereka yang mengancam rakyat agar tidak memilih Ahok-Djarot dengan argumentasi yang mengkafir-kafirkan itu jelas tidak menghargai keberagaman dan tidak menjalankan nilai-nilai Islam ahlu sunnah wal jamaah. Padahal, Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin sebagaimana diajarkan oleh kyai-kyai NU dan Walisongo dalam menyebarkan Islam ke Nusantara ini.

"Sekarang kalau mau bicara soal program yang Islami, jelas buktinya bagaimana kepemimpinan Ahok-Djarot banyak program-program yang keberpihakannya jelas terhadap umat Muslim. Marbot dan imam masjid diumrohkan, bahkan petukas yang memandikan jenazah juga nanti secara bertahap akan diumrohkan semua. Terus kalau kita lihat, sekarang di Balai Kota ada masjid megah, di Daan Mogot juga dibangun masjid megah, Kalijodo yang dulu jadi tempat maksiat sekarang jadi RPTRA dan wahana bermain serta wahana olahraga,” jelasnya.

Sementara itu, Djarot mengungkapkan bahwa dalam kepemimpinannya bersama Ahok pihaknya selalu berpegang pada prinsip atau di jalan PBNU.

“P itu Pancasila, B Bhineka Tunggal Ika, N Negara Kesatuan Republik Indonesia,  dan U UUD 1945,” kata Djarot. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya