Berita

Basuki T Purnama, Djarot S Hidayat, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno/Net

Politik

Debat Anti Klimaks

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 13:01 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

DEBAT final 12 April membosankan. Ngga greget. Anti klimax. Stamina ke empat paslon drop. Jarot berpeci. Suara Sandi serak dan letih. Anies tampak kurang tidur. Mungkin karena ikut urus Novel Baswedan. Fokus pemirsa macam M Alhadi terarah ke Ira Kusno. Hasil polling semuanya dimenangkan Anies - Sandi. Polling inews hanya sisakan 7 persen kepada Ahok - Djarot. Anies - Sandi menang mutlak 93 persen.

Sekalipun anti-klimax, publik tidak lagi melihat Anies mencukur Ahok seperti debat sebelumnya, namun Paslon Kotak-Kotak tetap ofensif. Seting acara membuka kebobrokan pemerintahan daerah di bawah kendali Ahok Jarot. Kehadiran komunitas nelayan, rusun, transportasi dan UMKM buktinya.

Dahulu, setahun lalu, pasca menggusur Pasar Ikan, Ahok bilang tidak ada ikan di Teluk Jakarta. Ngga ada nelayan.


Lantas malam ini, tiba-tiba komunitas nelayan muncul. Gugat nasib mereka yang rusak akibat reklamasi. Ahok ngibul lagi. Anies mengklarifikasi bahwa desain dan konsep reklamasi Pa Harto berbeda. Senada dengan Menteri Susi, Anies bilang pulau reklamasi jadi salah satu penyebab Jakarta lebih rentan banjir.

Soal ngibul saat kampanye, Anies mengingatkan Ahok soal Bukit Duri. Ahok cengengesan. Suara ketawanya terdengar via microphone. Dulu, Ahok berjanji ngga gusur Kampung Pulo dan Bukit Duri. Setelah berkuasa, Bukit Duri disikat.

Proyek pencitraan relokasi rusun nyata ngga beres. Penghuni rusun dihadirkan dan mengeluh. Mereka jadi lebih sengsara setelah direlokasi (baca: ditangkar). Ahok minta maaf (lagi dan lagi). Dia akui ada kesalahan dalam desain program rumah susun. Seperti biasa, Ahok punya kambing hitam. Kali ini dia sebut "kontraktor maling" sebagai pelaku utama mismanagemen rusun.

Selain soal rusun, pemerintah Ahok Jarot gagal handle UMKM. Buktinya, pengusaha kecil masih dipersulit memperoleh pinjaman modal. Saya heran, Ahok Jarot ngapain aja selama berkuasa. Sandiaga merilis program OK OCE sebagai salah satu solusi bagi pengusaha kecil.

Masalah transportasi, Ahok sok tau. Dia bilang, sebelumnya dari Manggarai ke Blok M naik bis 4x. Netizen Fitria Dewi nyeletuk, "hellooow, KOPAJA S66 apaaah Kabaaarrrr?"

Baik Ahok, mau pun Jarot, memang bukan orang Jakarta. Wajar mereka ngga ngerti Jakarta.

Paling berbahaya dari pemikiran Ahok adalah di soal anak-anak putus sekolah. Dia menuding adanya anak-anak yang memang ngga mau sekolah. Solusi Ahok, pekerjakan mereka jadi buruh harian lepas. Bahasa kasarnya, jadi kuli.

Ini ekspresi dari orang keji. Frustasi. Dangkal dan ngga peduli. Peraturan tenaga kerja jelas melarang anak usia sekolah atau di bawah 17 tahun dipekerjakan. Dianggap ngga manusiawi. Hukum internasional juga melarang itu. Tapi Ahok mau mempekerjakan anak putus sekolah sebagai buruh harian lepas. Kacau banget orang satu ini.[***]

Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya