Berita

Bisnis

Rp 1,57 Triliun Dialokasikan Bangun Infrastruktur Di Sultra

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 10:28 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung percepatan pemerataan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah melalui pembangunan infrastruktur.

Salah satu provinsi di Indonesia bagian timur yang gencar dalam pembangunan infrastruktur PUPR adalah Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Pembangunan jalan di wilayah timur Indonesia tidak hanya untuk konektivitas, namun juga untuk mengurangi biaya angkut logistik," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di Jakarta, Kamis (13/4).


Pembangunan infrastruktur yang dialokasikan Kementerian PUPR untuk Sultra mencapai Rp 1,57 triliun. Dana tersebut terbagi untuk mendukung ketahanan air dan kedaulatan pangan Rp 553,88 miliar, peningkatan konektivitas antar wilayah Rp 825,1 miliar, permukiman Rp 119,93 miliar dan perumahan sebesar Rp 80,8 miliar.

Salah satu proyek prioritas untuk memperlancar arus lalu lintas adalah pembangunan Jembatan Teluk yang dibiayai dengan dana sebesar Rp 729 miliar. Jembatan Teluk Kendari mulai dibangun Agutus 2016 dan progres fisiknya sudah mencapai 13,16 persen. Ditargetkan berfungsi penuh pada 2018. Panjangnya 1.348 meter dengan lebar 20 meter serta memiliki empat lajur.

Jembatan Teluk Kendari dibangun untuk mendukung jaringan jalan nasional dengan menghubungkan Jalan Lingkar Kendari pada link Kota Lama dan Poasia. Dengan terhubungnya jalan lingkar ini diharapkan pembangunan di Kota Kendari semakin meningkat.

Jembatan Teluk Kendari juga direncanakan mendukung pengembangan pelabuhan Bungkutoko dan Kendari Newport yang ke depan akan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan keluar Kota Kendari maupun provinsi Sultra serta menjadi penggerak perekonomian wilayah. Selain itu pemeliharaan rutin dan rehabilitasi jalan dan jembatan juga dilakukan untuk tetap menjaga standar jalan yang sudah ada.

Kementerian PUPR saat ini tengah membangun Bendungan Ladongi, salah satu bendungan baru yang dibangun pada pemerintahan Joko Widodo. Bendungan yang juga masuk dalam proyek strategis nasional tersebut berdaya tampung 45,945 juta meter kubik dengan dana Rp 844 miliar. Manfaat dari Bendungan Ladongi, nantinya akan menjadi sumber air irigasi seluas 7.424 hektar, air baku sebesar 0,08 m3, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 1,15 megawatt (MW) dan mereduksi banjir hingga 142 m3/detik serta potensi wisata.

Tidak hanya Bendungan Ladongi, Kementerian PUPR juga berencana membangun Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe dengan daya tampung yang lebih besar lagi yakni, 822,26 juta m3. Pendanaan Bendungan Pelosika saat ini tengah dijajaki untuk mendapatkan pinjaman dari Pemerintah China. Manfaatnya yakni akan menambah areal irigasi yang terairi hingga 16 ribu hektar, air baku 0,2 m3/detik, PLTA 10 MW dan mereduksi banjir hingga 10.359 m3/detik.

Kementerian PUPR juga akan membangun dua pengamanan pantai sebagai pengendali daya rusak air yang diakibatkan abrasi dan erosi pantai yang terjadi terus menerus. Pengamanan pantai juga dilakukan untuk melindungi  pemukiman warga yang  tinggal di sekitar pantai.

Proyek pengamanan pantai yang pertama adalah Pengamanan Pantai Pulau Buton dengan biaya Rp 4,31 miliar. Proyek tersebut telah mencapai progres fisik 49,31 persen. Sementara pengamanan pantai kedua adalah Pengamanan Pantai Kota Raha yang saat ini progres fisiknya mencapai 17,46 persen. Untuk membangun pengamanan Pantai Kota Raha dibutuhkan dana sebesar Rp 5,63 miliar.

Kementerian PUPR juga menata kawasan di Sultra melalui program padat karya. Sedangkan di sektor perumahan, akan disediakan rumah swadaya dengan target 3 ribu unit, pembangunan rumah baru hingga 72 unit, pembangunan rumah khusus sebanyak 100 unit melalui program padat karya dan pembangunan 57 unit rumah susun sebagai program besarnya.[wid]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya