Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Gerindra: Pembangunan LRT Batam Hamburkan Anggaran

KAMIS, 13 APRIL 2017 | 09:07 WIB | LAPORAN:

Pembangunan moda transportasi light rail transit (LRT) di Kota Batam hanya menghamburkan anggaran negara.

Batam yang merupakan kota industri, pariwisata, dan free trade zone (FTZ), harusnya membangun konektivitas berbasis rel itu terkoneksi dengan kawasan industri dan kepelabuhanan sehingga bisa jauh lebih murah.

Demikian kritik anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/4).


Menurutnya, untuk 20 rangkaian kereta api dan rel sepanjang 120 km hanya butuh dana tidak lebih Rp4 triliun. Manfaat untuk pertumbuhan ekonomi juga jauh lebih besar.

Sebagai kawasan yang dilalui 90 persen kapal-kapal asing dan mengangkut 5 juta kontainer per tahun, Batam harus memaksimal peluang tersebut.

"Sampai saat ini peluang dari perairan Batam belum dimaksimalkan.   

Sekadar diketahui, kapasitas yang bisa dimaksimalkan dari pelabuhan di Batam sampai 100 juta teus. Saat ini Batam hanya bisa menampung 350 ribu teus. Padahal, Singapura saja sudah mencapai 40 juta teus dan malaysia 30 juta teus.

"Maka harus dilakukan pembenahan kedalaman alur di sekitar pelabuhan, sehingga akan lebih efisien, kapal besar pun bisa sandar dan keselamatan pelayaran bisa terjaga," kilah Bambang.   

Kini, Batam malah disibukkan dengan pembangunan LRT yang menelan anggaran sebesar Rp 7 triliun. Anggaran sebesar itu menurut dia, justru sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun angkutan kereta berbasis rel yang mampu mengangkut penumpang dan barang, sekaligus terkoneksi ke pelabuhan dan kawasan industri.

Bahkan, anggaran tersebut juga bisa untuk merevitalisasi pelabuhan Batam yang kini mengalami pendangkalan. Butuh kapal keruk untuk menggali kedalaman pelabuhan agar bisa disinggahi kapal-kapal besar.

“Batalkan pembangunan LRT Batam, karena tidak efisien dan menghamburkan anggaran APBN. Kalau mau membangun transportasi di Batam, harus terpadu tidak hanya angkutan penumpang. Bangunlah kereta berbasis rel yang multifungsi, mengingat Batam adalah kota industri,” tegas Bambang.

Dengan dibangunnya kereta berbasis rel dan terkoneksi ke pelabuhan, ia yakin pertumbuhan ekonomi Batam akan semakin maju pesat.

Banyak yang bisa dilakukan dengan anggaran Rp7 triliun daripada untuk membangun LRT. Anggaran itu bisa dialokasikan untuk pengadaan crane dan kapal keruk demi kebutuhan pelabuhan internasional di Batam.  Saat ini, lanjut Bambang, banyak pelabuhan internasional di Tanah Air terbengkalai dan tak terawat. Untuk merevitalisasi 141 pelabuhan internasional Indonesia, dibutuhkan sekitar 2 ribu kapal keruk. Sementara pemerintah hanya memiliki 10 kapal keruk.

“Hongkong saja yang negara kecil punya 200 kapal keruk untuk pelabuhannya. Dan pelabuhan di kota-kota besar Indonesia sudah mengalami pendangkalan yang parah. Ada baiknya anggaran yang besar untuk LRT itu dialihkan saja untuk menambah armada kapal keruk,” tutup politisi Partai Gerindra tersebut.[wid]  

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya