Berita

Foto/Net

Hukum

Simpatisan ISIS = Simpatisan Iblis

Nabrak Dan Bacok Polisi
RABU, 12 APRIL 2017 | 08:39 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah baku tembak antara polisi dengan teroris di Tuban, Jawa Timur akhir pekan lalu, kini giliran Markas Polres Banyumas, Jawa Tengah jadi sasaran teror. Seorang pemuda bercadar hitam dan memakai ikat kepala berlambang ISIS menabrak dan membacok polisi.

M Ibnu Dar, pemuda dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah nekat menyerang Mapolres Banyumas, Jalan Letjen Sumarto sekitar pukul 10.10 WIB, kemarin. Pelaku yang mengenakan cadar hitam dan ikat kepala berlambang ISIS, mengendarai motor matic hitam berpelat R3920 SV berhasil masuk dan menabrakkan motornya ke arah anggota polisi. Anggota yang ditabrak bernama Aiptu Ata Suparta. Ata terjatuh bersama dengan pelaku dan sepeda motornya.

Melihat kejadian ini, anggota polisi lain, Bripka Irfan berusaha menolong. Namun saat akan dibantu, pelaku langsung berdiri dan mengancam Irfan dengan parang yang dikeluarkan dari belakang bajunya. Sempat berduel, Irfan kena sabetan parang di bagian lengan kanan dan punggung. Pelaku berusaha lari.


Namun, anggota lain yang melihat tak tinggal diam. Bripka Karsono mengejar pelaku yang tersudut di depan tiang bendera Polres Banyumas. Mereka duel. Kalah duel, Karsono terkena sabetan di bagian lengan. Puluhan anggota Polres Banyumas yang saat itu tengah melakukan rilis perkara kasus pencurian dengan kekerasan lalu membantu menyergap pelaku.

Pewarta lokal yang saat itu sedang meliput rilis bernama Driyanto mengaku melihat sendiri kejadian ini. "Pelaku mengenakan cadar, memakai helm. Dia teriak-teriak takbir 'Allahhuakbar, Allahuakbar' sambil mengacungkan pedang. Dia membawa pedang dan sangkur," ungkapnya.

Kapolres Banyumas, AKBP Aziz Andriansyah menambahkan, pelaku meneriaki polisi sebagai thogut. "Menggunakan sangkur dan semacam pedang. Dia berteriak-teriak thogut thogut. Korban 3. Satu anggota ditabrak saat menghadang pelaku, 2 anggota dibacok saat menolong anggota yang ditabrak," ungkapnya.

Setelah kejadian penyerangan, pasukan Gegana Brimob bersenjata lengkap langsung mengamankan lokasi. Mapolres Banyumas disterilisasi. Polisi yang dipimpin langsung Kapolres Banyumas AKBP Aziz menggerebek rumah pelaku yang merupakan warga Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah. Pelaku tinggal sendirian di rumah. Orang tua dan saudaranya tinggal di Jakarta dan daerah lain. Dari penggeledahan itu, polisi mengamankan 38 item barang-barang pribadi milik pelaku.

Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Djunaidi memaparkan, barang-barang yang diamankan polisi adalah panci magicom yang di bawahnya telah diberi rangkaian kabel, sebuah timbangan duduk, 1 trafo penguat daya, speedometer, 1 buah dekstop baterai, 1 plastik sasaran latihan menembak serta foto-foto latihan semi militer yang belum diketahui tempatnya. Diamankan juga 1 lembar kata-kata tauhid di sebuah kertas dan kain hitam dengan tulisan lambang ISIS. "Ada juga foto dengan latar belakang di sebuah kebun-kebun hutan. Terdapat 3 orang dalam foto itu, salah satunya pelaku. Kita akan dalami hubungannya. Selain itu juga diamankan sebuah komputer, kita lihat nanti. Juga ada buku-buku tentang agama yang nanti didalami," papar Djunaidi.

Netizen geram betul dengan kejadian teror ini. "Udah gila nih yang radikal garis keras makin berani unjuk gigi," tulis pembaca Very Suryadi di kolom komentar link berita terkait. Mas Bosco menimpali. "Indonesia darurat radikalisme."

Akun @putra.bangsa2 meminta aparat tegas dan waspada. "Pemerintah harus tegas jangan banyak lobby, tumpas radikalisme jangan menunggu terlambat. Contoh Syria, Irak mereka hancur karena paham radikalisme didiamkan," ujarnya. Kecaman juga datang dari @sonadz. "Simpatisan ISIS sama dengan simpatisan IBLIS."

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga aksi itu terkait aksi teroris di Tuban. Dugaan dilihat dari model penyerangan kepada anggota kepolisian. "Kita duga ada hubungan dengan instruksi untuk serangan balasan kepada kepolisian," kata Tito di Sespim Polri, Bandung Barat, Jawa Barat kemarin.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menambahkan, kepolisian masih akan terus mendalami dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan tersangka yang sudah berhasil ditangkap. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya