Berita

Fahri dan Fadli

Hukum

Resmi, DPR Kirim Surat Protes Pencekalan Novanto Ke Presiden

RABU, 12 APRIL 2017 | 01:42 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Fadli Zon menggelar konferensi pers terkait pencekalan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Fahri Hamzah menyampaikan sikap resmi DPR RI secara kelembagaan atas pencekalan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar tersebut terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

"Jadi, tadi di Paripuna banyak pertanyaan dan permintaan agar pimpinan memberikan sikap secara resmi kelembagaan. Tentu masing-masing pimpinan sudah ada yang menyatakan sikap, tapi perlu ada sikap kelembagaan," ujarnya di Media Center, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).


Selain karena para pimpinan sudah merencanakan untuk memberikan sikap resmi, dikatakannya bahwa sikap resmi tersebut juga karena adanya dorongan dari Fraksi Partai Golkar.

"Karena itulah, berdasarkan Rapim (rapat pimpinan) tadi siang, kami juga mengundang Bamus (Badan Musyawarah), atau pengganti Bamus, rapat konsultasi, hampir semua fraksi hadir, kecuali Hanura dan Demokrat tidak hadir, dan baru saja selesai. Karena kami ingin mengambil satu sikap, yang bukan sikap Rapim saja, tetapi paling tidak sikap Bamus, sehingga bisa mewakili keterwakilan semua fraksi di DPR," paparnya.

Kesimpulan dari rapat tersebut, adalah pimpinan DPR akan berkirim surat ke Presiden. Isi suratnya, akan melanjutkan surat atau nota protes dari FPG itu, menjadi sikap dari Bamus DPR yang akan kami sampaikan kepada presiden.

"Tentunya secara teknis akan ditandatangani seluruh pimpinan atau pimpinan yang ditunjuk," imbuhnya.

Fahri mengungkapkan bahwa Bamus juga mengamanahkan kepada pimpinan dewan agar berkonsultasi kepada Presiden terhadap kekuatan atau pelaksanaan fungsi dari kelembagaan-kelembagaan negara yang menjunjung tinggi hukum dan etika kelembagaan negara sesuai dengan ketetapan MPR RI.

"Jadi ini adalah tugas-tugas yang diamanahkan Bamus kepada kami, sehingga pimpinan dewan besok akan melakukan dua hal," ungkapnya.

Pertama berkirim surat terkait nota keberatan dan kedua berkirim surat terkait rapat konsultasi kepada Presiden.

"Rapat diselenggarakan dalam rangka melindungi dan menjaga ketatanegaraan kita, etika antara kelembagaan kita, dan kepastian hukum kepada DPR RI, karena DPR adalah lembaga pengawasan tertinggi di negara ini," tukasnya. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya