Berita

Nusron Wahid/Net

Politik

Nusron Ajak Dalang Ki Enthus Dialog Saat Wayangan

MINGGU, 09 APRIL 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ada dialog menarik dalam pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono yang dilaksanakan PDI Perjuangan, yang benar-benar menghibur ribuan masyarakat di Jakarta Selatan.

Di sela wayangan dengan Lakon Dewa Ruci Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah I (Jawa Sumatera) Nusron Wahid, menanyakan kepada Ki Enthus yang tengah asik memainkan wayangnya. Nusron mengatakan bagaimana pendapat sang dalang tentang pilkada DKI yang sekarang banyak memakai fitnah dan isu SARA untuk menyerang lawan politik.

Ki Enthus pun mengatakan bahwa sikap tenang adalah jawaban paling tepat yang dilakukan Ahok-Djarot. Sebab jangankan manusia biasa, Nabi Muhammad SAW pun diuji dengan macam-macam perlakuan kasar dan tak terpuji ketika menyebarkan kebaikan.


"Jadi kalau difitnah dan dijelek-jelekkan, maka itu justru akan menambah kuat pasangan Ahok-Djarot," kata Ki Enthus di kantor DPP PDI Perjuangan, Minggu dinihari (9/4).

Nusron juga bertanya kepada Djarot soal bagaimana sebenarnya program-program yang dijalankan di DKI Jakarta, khususnya terkait Kartu Jakarta Pintaruntuk kalangan santri. Menjawab pertanyaan ini, Djarot menjelaskan bahwa KJP Santri memang susah disiapkan. Dalam KJP Santri ini nantinya para orang tua yang menyekolahkan anaknya di madrasah dan pondok pesantren di luar Jakarta akan mendapat KJP Santri juga sama seperti KJP.

"KJP hingga saat ini sudah terbukti meng-cover 535.000 anak-anak pelajar di Jakarta. Selain tidak usah bayar biaya sekokah, para siswa juga tiap bulan meng-cover kebutuhan gizi dan lainnya. KJP kepada siswa SMA juga ada, yakni mencapai 630.000 sma 640.000 SMK. Ada juga beasiswa bagi mahasiswa yang tak mampu dengan nominal Rp18 juta lebih setahun," kata Djarot.

Nusron kemudian kembali bertanya kepada Djarot, bagaimana nasib para pengurus masjis, imam masjid, muadzin, dan para marbot Masjid? Apakah ada perhatian dari Ahok-Djarot saat ini dan jika nanti sudah terpilih menjadi kepala daerah?

Djarot menjawab bahwa pengurus masjid dan marbot Masjid akan memperoleh tambahan pendapatan. Mereka juga akan diumrohkan. [ian]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya