Berita

Politik

Pilkada Tak Boleh Dibumbui Dengan Fitnah

SABTU, 08 APRIL 2017 | 09:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setiap orang Islam harus memastikan bahwa kata-kata yang akan diucapkannya benar-benar baik. Sebab salah satu tanda baiknya seorang muslim adalah berbicara dengan baik.

"Apabila kita tidak yakin akan dapat mengeluarkan kata-kata yang baik, diam itu lebih baik," kata KH Khairul Fuad saat menyampaikan ceramah dalam acara "Ngaji Kabangsaan" di Jalan Mayjend Soetoyo Cililitan Besar, Kramat Jati, Jakarta Timur (Jumat, 8/4).

Acara ngaji kebangsaan ini yang dilaksanakan PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini dihadiri sekitar 270 orang. Bamusi adalah organisasi sayap PDI Perjuangan.


Menurut Fuad, berkata yang baik tentunya akan lebih bermanfaat dibandingkan diam. Akan tetapi, menghindari akibat dari perkataan yang kurang baik akan lebih utama dibandingkan memaksakan berbicara yang akan berakibat jelek kepada diri sendiri maupun orang lain. Dan salah satu perkataan yang buruk dalah memfitnah, serta menggunjing dengan penuh prasangka buruk.

"Memfitnah hukumannya lebih berat dari ketidaktaatan. Fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat dari Allah. Allah SWT menghukum lebih berat orang yang membuat fitnah daripada orang yang membuat dosa besar," ungkap Fuad, sambil mengajak agar momentum Pilkada Jakarta juga tak dibumbui dengan fitnah.

Menurut Fuad dengan mengutip al-Qura'an Surat al-Hujuraat ayat 6, fitnah akan menciptakan kebingungan. Fitnah juga akan menciptakan situasi dimana banyak orang akan terjatuh dalam dosa fitnah itu tanpa mengetahui bahwa mereka telah jatuh kedalam perangkap setan, dan tidak ada jalan keluar bagi orang yang membuat fitnah.

"Tidak ada pengampunan bagi orang yang membuat fitnah. Itulah sebabnya Allah SWT tidak suka dengan orang yang suka memfitnah," demikian Fuad. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya