Berita

Febri Diansyah/net

Hukum

KPK Dalami Pengkondisian Tender Proyek E-KTP

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 21:35 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami pengkondisian tender proyek pengadaan E-KTp yang dilakukan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, penelusuran kongkalikong tender proyek E-KTP dimulai dari pemeriksaan Isnu Edhi Wijaya selaku Ketua Konsorsium proyek pengadaan E-KTP yang dilakukan sejak pagi tadi.

Menurut Febri, poin yang ingin diketahui penyidik dalam pemeriksaan mantan Direktur Utama Perum Percetakan RI itu adalah mengurai pertemuan-pertemuan yang dilakukan di Graha Mas Fatmawati, Jakarta Selatan sebelum proses tender dimulai. Dari pertemuan tersebut diduga ada kesepakatan yang dibangun untuk menggolkan sejumlah perusahan sebagai pemenang tender proyek.


Poin selanjutnya untuk mengetahui peran sejumlah pihak yang dikenal dengan nama tim Fatmawati. Tim Fatmawati merupakan pihak-pihak yang ikut dalam pengkondisian tender proyek E-KTP di Ruko Graha Mas Fatmawati milik Andi Narogong.

"Penyidik mendalami yang terjadi, seperti pengkondisian tender, terkait pembicaraan dan pertemuan tersangka AA (Andi Agustinus) dan pembentukan konsorsium," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/7).

Selain Isnu Edhi Wijaya, hari ini penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi lainnya untuk tersangka Andi terkait pertemuan dan pengkondisian tender proyek pengadaan E-KTP.

Mereka yang masuk dalam agenda pemeriksaan adalah mantan Direktur PT LEN Industri, Abraham Mose; mantan Dirut PT Sucofindo, Arief Safri; pengusaha industri rumahan Elektroplating, Dedi Prijono. Kemudian konsultan IT PT Jasuindo Tiga Perkasa, Noerman Taufik; pensiunan PNS Dukcapil Kemendagri, Rudi Indrato Raden; serta anggota Dewan Pengawasan BPJS Kesehatan, Wahyuddin Bagenda.

"Untuk saksi Dedi Prijono dan Noerman Taufik tidak hadir tanpa keterangan. Saksi Arief Safri juga tidak hadir karena sebelumnya sudah diperiksa," tutup Febri. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya