Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Warga Panik Muncul Retakan Baru Di Ponorogo

JUMAT, 07 APRIL 2017 | 13:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tanah retak berpotensi longsor kembali mengancam wilayah Ponorogo.

Di saat proses evakuasi 25 korban longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung masih dilakukan, tanah retak terjadi di wilayah lain di Ponorogo.

Tanah retak disertai bunyi gemuruh menyebabkan warga panik di Dusun Watu Agung Desa Dayakan, Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo pada Rabu (5/4) pukul 16.00 WIB.


Tanah retak di Dusun Watu Agung, Desa Dayakan semula lebar 30 cm, tepatnya di lingkungan Salam. Tanah retak terus melebar.

"Hingga saat ini keretakan tanah ada yang mencapai lebar satu meter dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, posisi ketinggian 300 meter," papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya, sesaat lalu (Jumat, 7/3).
 
Makin melebarnya retakan tanah menyebabkan masyarakat takut akan adanya longsor sehingga masyarakat masih mengungsi. Beberapa dinding rumah dilaporkan telah terjadi keretakan akibat tanah yang bergerak.

BPBD Kabupaten Ponorogo melalui Camat Badegan, lanjut Sutopo, telah mengimbau agar warga tetap waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan Koordinator Kepala Desa Dayakan.

BPBD telah menyiapkan tenda pengungsi dan kebutuhan logistik yang diperlukan.

Sutopo menambahkan, Saat ini sebanyak 78 KK yang terdiri dari 269 jiwa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Pengungsi menempati empat lokasi. Warga  masih belum berani kembali kerumahnya. Warga takut akan terjadi longsor seperti yang terjadi di Desa Banaran pada 1 April lalu.[wid]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya