Berita

Foto/Net

Dunia

Diplomasi Pingpong Indonesia Di Kanada

RABU, 05 APRIL 2017 | 10:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Diplomasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari dialog, kesenian, hingga olahraga.

Seperti Kedutaan Besar RI di Ottawa, Kanada yang mengemas diplomasi dalam olahraga tenis meja atau pingpong bersama dengan lima kedutaan besar pada Sabtu (1/4). Mereka adalah Kedutaan Besar Rusia, Tiongkok, Korea Selatan, Kazakhstan, dan Mongolia.

Dalam hal ini para duta besar dan puluhan diplomat dari enam negara beradu ketangkasan di acara "3rd Friendship Cup" yang digelar di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia.


Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Kanada Honorable Robert D. Nault hadir sebagai tamu kehormatan pada pertandingan ini.

"Melalui olahraga pingpong hubungan kita semakin akrab, sehingga dapat menunjang tugas diplomasi negara," kata Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Teuku Faizasyah dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (5/4).

Dijelaskan Faizasyah bahwa selama menunggu giliran bermain, para diplomat nampak sibuk bercengkerama dengan kenalan barunya sambil menikmati camilan khas Indonesia seperti kacang mede goreng, risoles, dan arem-arem.

"Sambil santai kita bisa berbicara macam-macam, mulai dari perkembangan di Kanada sampai situasi internasional," kata diplomat Rusia Yvgeeni Gukon.

"Yang terpenting adalah jalinan persahabatan di antara kita, bukanlah semata-mata kemenangan dalam bertanding," ujar Dubes Tiongkok Shaye Lu yang berhasil mengatarkan Tim Kedubes Tiongkok sebagai juara.

Lebih lanjut, Faizasyah menuturkan bahwa sejumlah kedutaan, di antaranya Amerika Serikat dan Vietnam telah mengutarakan niat untuk dapat bergabung dalam turnamen ini di tahun depan.

"Saya yakin keenam negara yang menjadi peserta Friendship Cup tahun ini akan menyambut gembira bergabungnya negara-negara lain dalam turnamen ini. Sebagai sesama diplomat, kita menginginkan terciptanya dunia yang semakin baik, dan ini bisa dicapai melalui jalinan persahabatan," tutupnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya