Berita

Foto: Repro

Hukum

Sosok Gus Dur Kasih 'Pembelaan' Di Sidang Ahok

SELASA, 04 APRIL 2017 | 19:08 WIB | LAPORAN:

Almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur‎) hadir memberikan pembelaan terhadap terdakwa perkara penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium D Kementan, Selasa (4/4) siang.

Presiden RI ke-4 tersebut divisualisasikan dalam bentuk tayangan video saat menyampaikan pandangannya terkait polemik surat Al Maidah ayah 51. Khususnya, terkait dalil bagi seorang muslim dalam memilih pemimpin pemerintahan yang berbeda keyakinan.

"Saya bilang, kafir itu bukan orang Kristen dan orang Yahudi. Kenapa? Yang dinamakan kafir di dalam Alquran adalah orang-orang yang nggak bertuhan. Belum bisa baca Alquran udah ngomongin Alquran. Lah iya," tutur Gus Dur dalam video tersebut.


Saat itu, Gus Dur menjadi jurukampanye Ahok yang tengah mencoba peruntungan di Pilgub Bangka Belitung tahun 2007.

Mantan ketua PKB itu menegaskan, surat Al-Maidah ayat 51 tidak pernah berkaitan dengan Pilkada. Karena permasalahan agama dan pemerintahan atau politik tidak bisa dicampuradukan.

"Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur. Kenapa? Kalau orang Kristen dan ‎Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga nggak rela dengan siapapun? Apa anda mau salat di belakang orang Yahudi? Ya nggak mau. Tapi kalau pemerintahan, tidak apa-apa," tegas Gus Dur.

Tokoh besar Nahdatul Ulama itu juga mengingatkan, dalam menggunakan ayat suci Alquran harus tahu tempat dan waktunya. Artinya, tidak bisa sembarangan asal kutip.

Gus Dur menambahkan, tidak perlu takut memilih pemimpin berbeda keyakinan, selama orang itu pandai dan jujur. Menurutnya, penggunaan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai bahan kampanye hanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi bupati yang baik di Belitung Timur. Hidup Ahok!‎ Bisa nggak sekarang orang berobat bayar Rp 5.000 untuk semua penyakit. Kenapa itu bisa? Karena jujur, dia gak ikut makan. Yang lain malah pengobatan ditilep. Enggak usah takut-takut. Saya datang dari Jakarta demi kebenaran. Kalau politik gak ada hubungannya dengan agama. Kalau omongan orang tolol gak usah didengarkan, betul?" papar Gus Dur.

Pemutaran video Gus Dur tahun 2007 di Bangka Belitung silam sebagai salah satu barang bukti dari pihak terdakwa atas seizin Ketua Majelis Hakim persidangan, Dwiarso Budi Sutiarto.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya