Berita

Sri Mulyani/Net

Bisnis

Menkeu Sri Ragu Patok Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Di 2018

SELASA, 04 APRIL 2017 | 16:36 WIB | LAPORAN:

Menteri Keuangan Sri Mulyani nampaknya sangat berhati-hati dan tidak ingin mematok target pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada tahun 2018.

Untuk Rancangan APBN 2018, dimulai pada kisaran 5,4 - 6,1 persen. Tapi setelah memperhitungkan banyak pertimbangan dan argumentasi, akhirnya diputuskan pertumbuhan ekonomi paling rasional adalah 5,6 persen.

"Kita cukup ambisius dan optimis tapi juga tetap kredibel. Ada juga faktor-faktor ketidakpastian ekonomi dari sisi eksternal, seperti kebijakan Presiden Trump, situasi geopolitic dan security di beberapa tempat. Presiden sudah menetapkan bahwa angka itu merupakan angka untuk menghitung APBN 2018," kata Ani di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, (4/4).


Presiden Jokowi telah meminta Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk melihat secara teliti dan detil komposisi belanja masing-masing. Khususnya belanja barang yang pada perkembangan APBN tiga tahun terakhir, jumlahnya terus membengkak cukup besar. Tahun ini jumlah belanja barang mencapai Rp 2.080 triliun, yang diperkirakan merangkak naik menjadi Rp 2.200 triliun pada tahun depan.

"Belanja barang ini termasuk perjalanan dinas, biaya bayar listrik, biaya pertemuan, ini diperkirakan masih sangat punya ruang untuk dilakukan efesiensi. Instruksi presiden seluruh K/L untuk tahun 2018 anggaran belanja barang tidak boleh melebihi apa yang dikeluarkan di tahun 2016," urai Ani.

Jika tahun ini dilakukan kontrol belanja seperti di tahun 2016, ia prediksi menyisakan saldo anggaran Rp 34 triliun yang bisa digunakan untuk keperluan lain seperti menyelesaikan proyek infrastruktur nasional, pembelian tanah, multiyears contrak yang memang membutuhkan anggaran signifikan.

"Kita masih bahas dengan Bappenas dan K/L. Kita merealokasikan anggaran yang ada agar mencerminkan prioritas untuk tahun 2018," pungkas Ani.[wid]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya