Berita

Gus Nukman/Net

Politik

Penyebaran Islam Di Indonesia Tidak Dengan Kekerasan

SENIN, 03 APRIL 2017 | 07:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Islam Nusantara merujuk pada fakta sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara yang dikenal dengan cara pendekatan budaya. Penyebaran Islam ini tidak dengan doktrin penuh kekerasan atau teror dan ancamam sehingga diterima oleh masyarakat secara luas.

"Dan ide ini bergulir terus dan mendapatkan tempat di dalam wacana keislaman Indonesia," kata intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), KH. Muhammad Nukman Basori saat menyampaikan ceramah dalam acara 'Ngaji Kebangsaan' di Jalan Usman Harun, Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Minggu, 2/4).

Menurut Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini, wacana dan praktek Islam Nusantara ini menjadi identitas Islam Indonesia. Dan karena itulah Bamusi juga begitu aktif melaksanakan pengajian yang bertajuk "Menegakkan Islam Nusantara yang Berkemajuan untuk Indonesia Raya."


Gus Nukman, begitu ia disapa, juga mengingatkan bahwa saat ini banyak bermunculan aliran Islam yang menyatakan dirinya paling benar. Contohnya paham Wahabi, yang ditujukan kepada kelompok atau perorangan yang menganjurkan "pemurnian" Islam kepada Al-Quran dan Hadits, yang seringkali menegasikan identitas budaya Nusantara yang sebenarnya tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang substansial.

"Dan mereka ini, ironisnya, menganggap kelompok lain di luar mereka adalah kelompok sesat. Sehingga memicu gesekan di kalangan masyarakat," ungkap Gus Nukman.

Acara PP Bamusi ini dilaksanakan di bawah Koordinator Amilan Hatta, yang merupakan Ketua PP BAMUSI Bidang Hubungan Antar Lembaga. PP Bamusi merupakan organisasi sayap PDIP di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hamka Haq dan Sekum Nasyirul Falah Amru. Acara ini pun disertai dengan penyerahakn 150 buah mukena untuk ibu-ibu jama'ah pengajian. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya