Berita

aksi 313/RMOL

Politik

Massa Aksi 313 Juga Tuntut Kapolri Mundur

JUMAT, 31 MARET 2017 | 16:55 WIB | LAPORAN:

Massa aksi 313 yang tergabung pada Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat (Jabar) tidak hanya menuntut pemerintah segera penjarakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Mereka pun berorasi menyuarakan agar negara dalam hal ini kepolisian menghentikan kriminalisasi terhadap ulama serta membebaskan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath.

Dalam orasinya, API Jabar menuntut empat hal. Di antaranya, stop kriminalisasi terhadap ulama, berhentikan Ahok dari Gubernur Jakarta sesuai Undang-Undang No. 23 tahun 2014, jangan batalkan peraturan daerah di seluruh Indonesia dan bebaskan Al-Khaththath.


"Penjarakan si penista agama, stop kriminalisasi ulama dan lepaskan kiai Muhammad Al Khaththath sekarang juga!' teriak massa disusul ucapan takbir dari seluruh peserta aksi, Jumat (31/3)

Menurut massa aksi, kepolisian hanya mengada-ngada dengan menuduh Al-Khtaththath melakukan makar. Menurut aksi massa jika kepolisian tak bisa membuktikan hal itu, Kapolri Tito Karnavian lebih baik mundur.

"kalau nanti polisi tak bisa buktikan adanya tindakan makar, Kapolri lebih baik mundur,"demikian teriak massa aksi.

Seperti diketahui, lima aktivis pergerakan aksi 313 ditangkap polisi Kamis (30/3) malam dan Jumat (31/3) dinihari. Tepatnya, jelang aksi 313 yang diagendakan Jumat siang. Mereka adalah KH Muhammad Al-Khaththath selaku Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum Ummat Islam, sekaligus penanggungjawab Aksi Bela Islam 313. Lalu, wakil koordinator aksi 313 Irwansyah, Presiden Asean Muslim Students Association 2016-17 Zainudin Arsyad, Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha, dan anggota FSI Andry. Kelimanya telah ditetapkan tersangka dan dijerat pasal 107 jo 110 KUHP tentang pemufakatan makar.[san]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya