Berita

Komuter Jepang/The Guardian

Dunia

Sepertiga WNA Di Jepang Pernah Mengalami Diskriminasi

JUMAT, 31 MARET 2017 | 16:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar sepertiga warga negara asing yang tinggal di Jepang mengaku bahwa mereka pernah mengalami diskriminasi. Hal itu tengukap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Menteri Kehakiman Jepang baru-baru ini.

Pihak kementerian melakukan survei dengan cara mengirimkan daftar pertanyaan kepada sekitar 18.500 warga negara asing yang tinggal di negeri sakura. Pertanyaan-pertanyaan itu berisi soal pengalaman mereka terkait rasisme dan diskriminasi di negara tersebut.

Dari 8.500 WNA yang diseburvei, hanya 4.252 yang memberikan respon.


Dari hasil penelitian ditemukan bahwa sekitar 30 persen responden mengatakan bahwa mereka menerima komentar diskriminasi "kadang-kadang" atau "sering".

Kebanyakan dari komentar bernada diskriminatif itu mayoritas datang dari orang asing yang tak dikenal, namun tidak sedikit juga komentar itu datang dari rekan kerja, rekan sekolah atau lingkungan mereka.

Diskriminasi WNA di lingkungan kerja di Jepang juga terjadi. Dari para responden itu ditemukan bahwa satu dari empat WNA pernah ditolak masuk kerja karena mereka merupakan orang asing. Sedangkan satu dari lima WNA mengaku bahwa mereka dibayar lebih rendah daripada rekan-rekan kerja mereka yang merupakan warga Jepang dengan posisi pekerjaan yang sama.

Menanggapi survei internal itu, pemerintah Jepang, seperti dimuat The Guardian (Jumat, 31/3), berjanji untuk meningkatkan edukasi di masyarakat Jepang soal HAM dan mengajak WNA untuk mengadu ke pos yang disediakan bila mengalami diskriminasi.

"Diskriminasi baik berupa kata-kata ataupun tindakan terhadap WNA tidak harusnya ditoleransi," Kata Menteri Keadilan Katsutoshi Kaneda. [mel]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya