Berita

Johan Budi Sapto Prabowo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Johan Budi Sapto Prabowo: Kalau Novel Yang Dulu Saya Bisa Cerita...

JUMAT, 31 MARET 2017 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Johan seperti kembali ke rumah lamanya, saat kemarin mengunjungi kantor KPK. Seusai pertemuan tertutup, Johan sempat membeberkan agenda yang dibahasnya bersama bekas pimpinan KPK: Berikut pen­jelasan bekas Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo;

Apa saja agenda yang tadi dibahas di dalam bersama para bekas Pimpinan KPK?
Saya senang sekali. Tadi saya bertemu dengan Pak Abraham Samad dan Pak Busyro Moqoddas. Lalu ada juga Penasehat Pak Sowarsono dan Pengamat Pak Imam Prasodjo.

Selain itu ada juga para pimpi­nan KPK saat ini, Pak Laode, Bu Basaria Pandjaitan, dan Pak Agus Rahardjo. Kami sempat ngobrol dan kangen-kangenan, karena sudah lama tidak ber­temu.

Selain itu ada juga para pimpi­nan KPK saat ini, Pak Laode, Bu Basaria Pandjaitan, dan Pak Agus Rahardjo. Kami sempat ngobrol dan kangen-kangenan, karena sudah lama tidak ber­temu.

Lantas apa saja yang tadi dibahas?
Tadi saya sampaikan, KPK harus menunjukan kinerjanya supaya didukung oleh publik. Karena satu-satunya yang se­lalu mendukung KPK adalah publik. Dan dalam beberapa kejadian yang menyelamatkan kan dukungan publik, tentu selain perlindungan dari Tuhan YME. Saya tadi sebenarnya diundang sebagai bekas orang KPK, bukan sebagai perwakilan Istana. Sebab saya pernah menjadi pimpinan KPK, saya juga pernah menjadi Jubir KPK kalau enggak salah waktu itu. Jadi sebagai bekas orang KPK.

Apa saja masukan yang anda sampaikan untuk KPK?
Tadi saya lebih dimintai masu­kan mengenai bagaimana supaya publik mendukung KPK. Saya sampaikan pertama, orang KPK saya minta untuk kerja keras memberantas korupsi, tanpa pandang bulu. Karena itulah yang kemudian meningkatkan hubungan publik kepada KPK. Yang kedua jangan mencederai perasaan masyarakat. Itu tadi kira - kira yang saya bicarakan.

Kalau sikap Istana terkait rencana revisi Undang-Undang KPK bagaimana?
Belum ada sikap apa-apa, sebab hal ini baru sebatas wa­cana, belum ada tindak lanjut. Saya baca di media juga baru statement-statement dari satu-dua anggota DPR. Jadi sampai hari ini perlu diperjelas, secara resmi untuk melakukan revisi Undang-Undang KPK belum disampaikan kepada Presiden.

Presiden Jokowi sebetulnya setuju enggak sih dengan wa­cana itu?
Yang saya tahu, pada 2016 beliau kan menolak dilakukan­nya revisi Undang-Undang KPK. Apalagi, draf yang bere­dar waktu itu di teman-teman media, isinya lebih pada me­lemahkan KPK. Karena itu kalau hanya diulang kembali, Presiden pernah mengeluarkan statmen soal itu.

Wacana revisi ini kan berte­patan dengan kasus KTP elektronik, yang menyeret sejumlah anggota DPR. Apa ini terkait?

Soal itu saya tidak bisa memberikan pandangan. Sebab saya bukan pengamat. Silakan dit­anyakan langsung ke DPR apa motifnya.

Dalam pertemuan tadi sem­pat dibahas soal kasus KTP elekteronik?

Eggak ada ngomongin itu. Tadi itu hanya bicara soal wa­cana adanya revisi Undang-Undang KPK karena tadi saya sebagai narsum soal itu.

Kalau soal rekrutment sat­gas penyidik KPK?

Tidak juga. Saya hanya dim­intai pandangan terkait wacana revisi tersebut.

Kalau SP 2 Novel karena protes kebijakan rekrutmen Kasatgas, bagaimana?
Itu juga tidak, dan saya juga enggak tahu soal itu. Saya justru baru dengar soal pemberian SP 2 tersebut sekarang.

Menurut anda pemberian SP 2 saat ini tepat atau tidak?

Saya tidak tahu, karena itu kan urusan internal KPK. Kalau soal Novel yang dulu, saya bisa cerita. Kalau yang sekarang, saya tidak tahu. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya