Berita

Foto/Net

Bisnis

AP II Janji Evaluasi Seluruh Proyek Konstruksi Bandara

Lagi, Plafon Terminal Bandara Supadio Ambruk
RABU, 29 MARET 2017 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura II (AP II) Persero bakal melakukan evaluasi pada pengerjaan proyek-proyek konstruksi pengembangan bandar udara (bandara) yang mereka kelola. Hal ini dilakukan menyusul insiden ambruknya plafon di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (26/3).

 Insiden plafon ambruk ini bukan kali pertama, sebelumnya juga sempat terjadi di Bandara Supadio pada 21 Maret 2017. Kejadian serupa juga sempat terjadi beberapa kali saat proses konstruksi berlangsung di Ter­minal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarisma­no mengatakan, terkait dengan maraknya insiden dalam penger­jaan konstruksi di sejumlah ban­dara yang dikelola perseroan, pihak AP II akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk pengerjaan konstruksi.


"Evaluasi juga akan kita laku­kan untuk pihak kontraktor yang mengerjakan proyek. Mereka akan dimintai pertanggungjawa­ban kalau saat pengerjaan kon­struksi terjadi insiden seperti di Bandara Supadio. Selama ini, untuk pengerjaan konstruksi di bandara memang kita serahkan ke kontraktor yang memenangi tender pengerjaan," kata Yado kepada Rakyat Merdeka.

Ia melanjutkan, AP II ke depan juga melakukan sterilisasi dan melokalisir area yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi di bandara-bandara yang mereka kelola. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu operasional penerbangan secara keseluruhan tanpa harus menutup opera­sional Terminal Keberangkatan dan Kedatangan atau Terminal Tunggu di bandara.

"Area yang ada pengerjaan konstruksi akan kita sterilisasi agar tidak ada korban lagi," tegas Yado.

General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro men­jamin Terminal Tunggu Bandara Supadio Pontianak saat ini sudah aman pasca-robohnya plafon di lantai dua, Minggu lalu.

AP II telah melayangkan surat peringatan keras kepada pihak PT Nindya Karya yang merupa­kan pelaksana pengerjaan plafon tersebut.

"Saat ini sudah aman karena Nindya Karya mengambil lang­kah cepat penanganan jatuhnya plafon, sehingga aktivitas di Terminal Bandara Supadio kem­bali normal. Pastinya kita juga memberikan sanksi peringatan keras kepada PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana akibat insiden ini dan juga ke­pada pengawas di lapangan," kata Bayuh.

Bayuh menambahkan, walau secara material pihaknya tidak merasa dirugikan, insiden terse­but berpengaruh secara psikolo­gis terhadap penumpang. Ke depan, pihak Angkasa Pura juga berkomitmen akan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya pengguna jasa Ban­dara Internasional Supadio.

"Kami berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa, mudah-mudahan insiden ini menjadi cambuk dan bahan pembelajaran bagi kita semua, baik PT Angkasa Pura II maupun dengan pihak PT Nin­dya Karya lebih baik lagi dalam memasang dan membangun terminal," kata Bayuh.

PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana mengklaim akan bertanggung jawab dan me­mastikan insiden tersebut tidak akan terulang.

Direktur Utama PT Nindya Karya, Indra Jaya Manopo men­gatakan, pihaknya juga akan membongkar semua plafon berjenis polivinil clorida (PVC) yang terpasang di ruang tunggu terminal keberangkatan Bandara Supadio untuk memastikan keamanan penumpang.

"Untuk pengamanan lebih lanjut, semua plafon yang masih terpasang akan dilepas, supaya kejadian yang sama tidak kem­bali terulang. Sudah kita bong­kar sejak Senin (27/3) malam pukul 22.00 WIB hingga Selasa (28/3) pagi," ujar Indra.

Pengamat transportasi Azaz Tigor mengatakan, pengerjaan proyek di bidang transportasi memiliki risiko yang besar kar­ena menyangkut keselamatan penumpang pengguna trans­portasi. Oleh karena itu, harus dilakukan sesuai Standar Opera­sional Prosedur (SOP).

"Yang penting harus ikuti SOP mutlak. Tidak ada toleransi, karena risikonya nyawa. Selama SOP di­laksanakan dengan baik, tentunya pengerjaan sarana stransportasi aman dan tidak membahayakan penumpang, tapi kalau SOP dilang­gar, risikonya sangat fatal," kaya Azas kepada Rakyat Merdeka.

Seperti diketahui, pafon Ban­dara Supadio di Pontianak, Ka­limantan Barat, ambruk pada Minggu (26/03) pukul 16.00 WIB. Akibatnya sejumlah calon penumpang pesawat mengalami luka ringan terkena material plafon tersebut.

Ambruknya plafon atau mate­rial langit-langit bandara terse­but merupakan kejadian yang kedua kalinya. Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada 21 Maret 2017 lalu, namun tidak menimbulkan korban. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya