Berita

Bisnis

Bongkar Pasang Direksi Bikin BUMN Sulit Berkembang

SELASA, 28 MARET 2017 | 22:57 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar merasa heran melihat pola rekrutmen dan pengangkatan para direksi dan komisaris di perusahaan BUMN saat ini. Menurutnya, pengangkatan yang dilakukan saat ini serampangan, tidak sesuai aturan, tidak sesuai prosedur yang berlaku, dan tidak berdasarkan track record yang jelas.

"Lihat saja hasilnya. Ada direksi BUMN yang baru diangkat enam bulan sudah pindah, ada yang baru satu tahun sudah diberhentikan. Yang beruntung mampu bertahan dua tahun. Padahal, berdasarkan UU Nomor 19/2003, masa jabatan direksi BUMN itu harusnya lima tahun," terang Nasril sesaat lalu (Selasa, 28/3).

Selain itu, kata Nasir, banyak juga direksi yang sudah uzur. Ada beberapa dirut BUMN yang berusia di atas 60 tahun. Kondisi ini jelas akan memengaruhi kinerja dari BUMN yang dipimpinnya.


Politisi PAN ini paham, saat ini Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam memimpin dan mengelola BUMN dengan baik. Namun, Kementerian BUMN diharapkan punya pola rekrutmen yang jelas dengan berdasarkan penilaian yang matang. Kapasitas dan kompetensi calon harus diperhatikan betul, sehingga harapan untuk memajukan BUMN bisa tercapai.

"Jangan karena minimnya SDM ini, pengangkatan dirut dilakukan by order. Ada yang didongkrak, dipaksakan, yang sesungguhnya belum punya kapasitas. Saya harap, kondisi ini diperhatikan," pintanya.

Nasril juga menyoroti pengangkatan para komisaris di perusahaan-perusahaan BUMN. Saat ini, dia melihat orang-orang yang ditempatkan di jajaran komisaris tidak memiliki kompetensi untuk mengawasi. Rata-rata, yang diangkat adalah para pensiunan dan mantan tim sukses. Padahal, tugas komisaris cukup berat, yaitu selalu mengarahkan para direksi agar menjalankan perusahaan dengan benar.

"Komisaris itu bukan tempat untuk mengkaryakan para pensiunan atau tim sukses. Seorang komisaris harus punya kompetensi mengawasi agar kinerja BUMN benar-benar baik. Komisaris itu bukan sekali rapat dalam tiga bulan kemudian selesai, tapi harus mengawasi kinerja direksi setiap saat," terangnya.

Jika kondisi ini terus terjadi, Nasril khawatir kondisi perusahaan-perusahaan BUMN semakin sulit berkembang. Sementara, di saat yang sama, perusahaan-perusahaan swasta yang menjadi kompetitor BUMN punya direksi-direksi yang cekatan, profesional, dan leadership yang kuat.

"Mungkin, kondisi ini salah satunya terkait peraturan. Di swasta, peraturannya cukup simpel. Mereka cuma diatur UU Perseroan Terbatas plus aturan teknis di masing-masing perusahaan. Sedangkan, bagi BUMN, banyak undang-undang yang mengekang. Kalau kondisinya seperti ini, kami menyarankan Menteri BUMN untuk mempercepat revisi UU Nomor 19/2003. Silakan sesuaikan dengan kondisi global, asal tidak melanggar aturan sebelumnya," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya