Berita

Foto/Net

Nusantara

Tim Pemenangan Anies-Sandi: Pilkada Jakarta Pintu Kemenangan Pilpres

SENIN, 27 MARET 2017 | 10:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengingatkan ada tiga urgensi kemenangan pasangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal itu disampaikan Mardani di hadapan ratusan peserta Apel Siaga yang berasal dari unsur Korps Satuan Tugas Keadilan (Korsad), Kepanduan, dan Barisan Putri Keadilan (Santika) dari wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar), di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (26/3).

"Pertama, Pilkada DKI ini nilainya strategis. Kedua, pemimpin adalah pelayan masyarakat. Ketiga, pentingnya pengamanan dengan strategi," jelas Mardani dalam rilisnya.


Dalam konteks strategis, Mardani menyatakan bahwa Pilkada DKI adalah pintu kemenangan untuk Pilpres 2019. Karena aturannya yang berbeda, hanya Pilkada Jakarta yang belum selesai pelaksanaanya. Oleh karena itu, pengamanan pilkada wajib dilakukan.

"Dari 101 Pilkada yang ada, cuma satu yang belum selesai hingga sekarang, yaitu Pilkada Jakarta. Jika daerah lain menganut suara terbanyak sebagai pemenang. Aturan di DKI berbeda, harus 50 persen +1," imbuh anggota Komisi II DPR RI ini.

Dari sisi pelayanan masyarakat, Mardani mengingatkan bahwa pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya. Pemimpin itu mempengaruhi dan di mana saja dapat berpengaruh. Dan momen pilkada ini akhirnya membuka ruang, di mana paslon nomor tiga sebagai jembatan semua umat, bukan hanya umat Muslim.

"Karena kita sekarang yang dijadikan sebagai tempat bersatunya umat. Jika kita belum mampu menguasai dengan kekuasaan, maka kita menguasai dgn akhlak mulia," jelas Mardani

Di poin terakhir, Mardani menambahkan, perlunya strategi dalam pengamanan pilkada. Belajar dari putaran pertama, Mardani berpendapat bahwa Santika sebagai garda pengamanan wanita yang terdepan.

"Kondisi lapangan di putaran pertama kebanyakan ibu-ibu berbaju kotak-kotak. Maka pengamanan terhadap ibu-ibu ini lebih efektif daripada bapak-bapak," ungkap Mardani.

Namun, untuk penugasan strategi lapangan, Mardani menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Kepanduan dan Organisasi (BKO) PKS DKI Jakarta yang lebih mengetahui kondisi lapangan.

Setelah orasi, Mardani mengajak seluruh peserta urun rembug, menyampaikan permasalahan di lapangan dan mencari solusinya bersama-sama. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya