Berita

Foto/Net

Bisnis

Kontribusi Migas Ke Negara Susut Hingga Rp 200 T

SENIN, 27 MARET 2017 | 08:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengungkap­kan, kontribusi migas terus mengalami penurunan. Jika periode 2012-2014 kontribusinya di atas Rp 300 triliun, saat ini terjun bebas di bawah Rp 100 triliun.

"Untungnya tahun 2015 pemerintah mengubah ke­bijakan subsidi energi dan listrik. Kalau nggak di­ubah, habis kita," ungkap Askolani di Jakarta, Jumat (24/3).

Meskipun kontribusi mi­gas turun, Askolani mengatakan, pemerintah masih cukup baik dalam menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal tersebut bisa dilihat dari defisit anggaran di bawah 3 persen dari produk domes­tik bruto (PDB).


Dia menuturkan, penu­runan kontribusi migas tidak hanya dialami Indo­nesia. Tetapi, negara lain penghasil migas lain seiring terjadinya fluktuasi harga minyak.

Menteri Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menilai, penurunan kontribusi men­jadi peringatan.

"Sebelumnya ada dalam pemikiran kita bahwa sum­ber daya alam itu bisa dan diharapkan yang terbesar untuk menopang pertum­buhan ekonomi. Sekarang tidak semata-mata begitu lagi," imbuhnya.

Jonan menegaskan, dirinya tidak bermaksud mengesampingkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk memacu perekonomian nasional.

Menurutnya, sumber daya alam memang harus dimanfaatkan semaksi­mal mungkin. Hanya saja, harus memenuhi kaidah- kaidahnya.

Bekas Menteri Perhubungan ini menerangkan, total PDB Indonesia ham­pir mencapai Rp 12.500 triliun. Tapi faktanya, sek­tor kelistrikan, mineral dan batubara, maupun migas dari hulu sampai hilir tidak mencapai 15 persen.

Jonan berpandangan, di tengah menurunnya harga migas, pengelolaan sumber daya alam harus cermat. Dia menegaskan tidak ke­beratan industri melaku­kan impor migas jika me­mang lebih menguntungkan dibandingkan memanfaat­kan hasil produksi dalam negeri.

"Kalau gas untuk in­dustri yang diproduksi dalam negeri malah lebih mahal daripada yang im­por, kenapa tidak kalau harus impor? Atau kata­kanlah gas dari satu daerah dikirimkan ke daerah lain, masih sama-sama di Indo­nesia, biayanya lebih ma­hal dibandingkan impor, ya mending diizinkan impor," ujarnya.

Jonan menegaskan, efisiensi dan keunggulan kompetitif adalah prinsip kunci yang perlu dipegang di pengelolaan sumber daya alam nasional untuk meng­hadapi dinamika pasar global sekarang. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya