Berita

Antonius D.R Manurung/Net

Politik

Calon Penasehat KPK Ini Ngaku Kader Aktif PDIP

MINGGU, 26 MARET 2017 | 20:11 WIB | LAPORAN:

Salah satu calon penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terang-terangan mengaku bahwa dirinya adalah kader dari partai politik.

Dia adalah Antonius D.R Manurung yang mengaku merupakan kader aktif dari PDIP.

Hal ini terungkap dalam tes wawancara calon penasehat KPK yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (26/3).


Awalnya anggota Pansel Calon Penasehat KPK, Rhenald Kasali menelisik latar belakang Anton yang diketahui memiliki gairah untuk terjun di dunia politik.

Berdasarkan rekam jejak yang didapat pansel, Anton diketahui pernah menjadi staf ahli DPR RI. Anton juga terekam pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, meski gagal.

Namun begitu Anton memiliki alasan tersendiri yang melatari dirinya ikut seleksi. Anton menyebut, pengalamannya sebagai calon legislatif telah membuka mata bahwa praktik politik uang dalam pencalonan sebagai anggota dewan masih sangat kental. Hal itu yang kemudian menggiringnya untuk ikut seleksi penasehat KPK.

"Eksperimen saya terbukti, bahwa kekuatan uang dan money politik masih sangat kental mewarnai alam pikir alam prilaku para caleg dan masyarakat," paparnya dalam tes wawancara.

Tim pansel sempat menyinggung eksistensi Anton di PDIP. Anton dengan percaya diri menegaskan bahwa dirinya masih aktif sebagai kader PDIP. Ia bahkan menyebut telah menjadi kader banteng sejak masih bernama PDI.

"Saya sudah lama (anggota partai), mulai dari PDI sampai PDI Perjuangan," ujar Anton.

Meski demikian, Anton menyatakan komitmen akan mengundurkan diri sebagai kader PDIP jika terpilih menjadi penasehat KPK.

"Saya pastikan kalau saya masuk jadi anggota penasihat KPK, saya mengundurkan diri dari anggota partai," ujarnya.

Untuk diketahui, salah satu syarat menjadi penasehat KPK adalah tidak boleh menjadi pengurus atau anggota partai politik sedikitnya lima tahun terakhir sebelum seleksi.

Tim pansel pernah menegaskan bahwa penasehat KPK yang berafiliasi dengan partai politik akan gugur dengan sendirinya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya