Berita

RMOL

Nusantara

Sekjen PDIP: Film Bid'ah Cinta Mencerahkan Keanekaragaman

SABTU, 25 MARET 2017 | 18:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Film Bid'ah Cinta sangat mencerahkan dan dalam film tersebut ada prinsip yang diperjuangkan terkait dengan toleransi dan keanekaragaman. Film garapan Nurman Hakim tersebut sangat mencerahkan karena berhasil mengangkat kesejatian nilai-nilai yang digali dari Indonesia, mengangkat soal bagaimana kekuatan budaya dalam menjaga persatuan.

"Jadi kalau kita lihat, sungguh sangat mencerahakn, terharu, ada prinsip yang diperjuangkan yang itu penting untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat sekarang ini," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers usai nonton film tersebut di XXI Plaza Indonesia, Jakarta (Sabtu, 25/3).

Sedianya, Megawati Soekarnoputri dan Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid juga akan nonton bareng film tersebut. Tetapi karena ada suatu kendala, kedua tokoh perempuan Indonesia itu batal hadir untuk nonton bareng.


Selain Hasto dan Djarot Saiful Hidayat, turut hadir dalam acara nobar di XXI Plaza Indonesia antara lain Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto dan Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan. Hadir juga beberapa pemeran utama film tersebut dengan sutradara film, Nurman Hakim.

"Beliau (Megawati Soekarnoputri) dapat info film ini bagus, maka sebagai rasa apresiasi beliau mengundang untuk nobar di sini. Tetapi karena mendadak tidak bisa, maka saya mewakili," kata Hasto.

Senada, Djarot juga mengapresiasi keberhasilan Nurman Hakim dalam mengangkat film tersebut di saat sekarang ada gejala intoleransi di antara masyarakat. Di saat yang sama ada gejala menguatnya radikalisme dan terorisme seperti terjadi di Cilegon.

"Tapi dengan film ini, semua itu akan kalah dengan cinta," ungkapnya.

Sementara sutradara film Nurman Hakim mengatakan, film ini memotret pandangan atau pemahaman agama yang berbeda di kalangan masyarakat.

"Di film ini kita memotret bagaimana perbedaan itu dikelola dengan indah dan hidup berdampingan sebagaimana warna pelangi, beda tapi indah. Beda tapi enggak jadi potensi konfilk," jelasnya.

Film ini menceritakan bagaimana cinta antara Khalida dan Kamal yang terbentur perbedaah pemahaman keagamaan. Kedua orang tuanya juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan hingga merembet ke komunitas masyarakat. Namun pada akhirnya, ada pemahaman dan suatu kesepakatan agar tidak menjadikan perbedaan itu agar tidak menjadi ketegangan dan sepakat untuk saling menghormati. ​[wah]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya