Berita

Gunretno/Net

Wawancara

WAWANCARA

Gunretno: Dulur-dulur Kami Di Kampung Sekarang Pro-Kontra, Jadi Nggak Rukun Lagi...

JUMAT, 24 MARET 2017 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tokoh Sedulur Sikep (Wong Samin) ini kecewa berat dengan sikp pemerintah. Meski sudah pernah ditemui kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Presiden Jokowi, sayang­nya tak pernah ada sikap neg­ara yang berpihak pada petani Kendeng.

Dua pertemuan yang sudah pernah digelar tidak menghasil­kan apa pun bagi petani Kendeng. Berikut penjelasan Gunretno ke­pada Rakyat Merdeka.

Memang apa yang diharapkan dari dua pertemuan tersebut?
Kami berharap pembangunan pabrik tersebut dibatalkan, se­suai dengan yang diputus oleh Mahkamah Agung (MA). Bagi kami ada KLHS atau tidak, lebih baik tetap seperti ini.

Kami berharap pembangunan pabrik tersebut dibatalkan, se­suai dengan yang diputus oleh Mahkamah Agung (MA). Bagi kami ada KLHS atau tidak, lebih baik tetap seperti ini.

Kenapa proyek pembangu­nan pabrik Semen Indonesia harus dibatalkan?
Karena lingkungan akan rusak kalau jadi beroperasi. Mungkin dengan adanya pabrik, untuk orang yang pro wah ini ada serapan tenaga kerja. Tapi bagi kami ini ancaman. Lahan yang menciut, debu di mana - mana kena pucuk tanaman tembakau dan jagung. Itu saja sudah men­jadikan hasil produksinya menu­run drastis.

Bisa digambarkan penurunannya seperti apa?
Sederhana saja pucuk daun apapun yang biasanya kena sinar matahari menjadi mengkerut. Bukan rusak, dia enggak ber­tumbuh dengan benar. Akhirnya enggak bisa tumbuh subur, karena kan untuk tumbuhnya tanaman itu kan dari pucuk. Itu sudah disirami tapi yg ter­jadi seperti itu. Belum lagi ada dampak sosial yang besar.

Dampak sosial seperti apa yang dimaksud?
Dulur - dulur di kampung itu kan ada pro dan ada kontra. Akibatnya jadi enggak rukun. Ini kan prihatin.

Bisa sampai begitu, memang sebelumnya pihak pabrik tidak pernah berembug dengan masyarakat, soal solusi mengh­adapi dampak buruk pemban­gunan pabrik semen itu?
Klaim dari pabriknya sih su­dah. Tapi masyarakat yang meno­lak mengaku belum. Sepertinya yang dipanggil itu hanya yang sudah setuju saja. Terbukti kan akhirnya di MA. Ada warga yang belum pernah disosialisasikan, tapi ngakunya sudah.

Kalau ternyata KLHS-nya keluar dan pabrik Semen Indonesia jadi beroperasi gima­na?
Dengan cara - cara yang be­nar kami akan tetap menyuara­kan penolakan itu. Kami akan tetap berjuang membuktikan kalau pabrik semen itu banyak pelanggaran.

Izin itu kan kewenangan dari Gubernur. Petani sendiri sebelumnya sudah protes ke Gubernur?
Sudahlah mas. Petani itu su­dah dipingpong ke sana - ke­mari. Jelas kan kalo Gubernur Jateng katanya kami enggak bisa menolak perusahaan mem­inta izin. Tapi apa mereka bisa menolak rakyat yang menolak izin? Berarti kan lebih berpihak kepada yang punya duit.

Sejak kapan aksi protes itu berlangsung?
Sejak 2012 sudah ada. Kami juga sudah beberapa kali men­girimkan surat. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya