Rombongan petinggi Siemens menyambangi kantor Menko Perekonomian Darmin Nasution, kemarin. Kedatangannya untuk membicarakan beberapa proyek investasi di Indonesia. Salah satunya, membangun pembangkit listrik di daerah terpencil. Siemens pun diminta pakai konten lokal.
Rombongan petinggi SieÂmens Indonesia sampai di kanÂtor Menko Darmin pukul 10.00 WIB. Rombongan diterima Deputi Bidang Koordinasi PenÂgelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Montty Girianna.
Usai pertemuan, Montty menÂgatakan, salah satu isi pembicarÂaan adalah proyek yang sedang dikerjakan Siemens Indonesia. "Dia kan mau investasi di bidang listrik, dia mau bantu capacity building," kata Montty.
Ada beberapa proyek yang sedang digarap Siemens, yakni pembangunan gardu induk atau Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kilo Volt (KV) di Tambun, dan Gas Insulated Substation 150 kV Tambun II Incomer. Siemens berperan sebagai konÂtraktor PLN di proyek ini.
Ia meminta Siemens untuk tetap mengedepankan konten lokal dalam pembangunan pemÂbangkit. "Dengan melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun wajib menggunaÂkan konten lokal," tuturnya.
Montty menambahkan, pada prinsipnya pemerintah ingin mendorong adanya transfer teknologi dari investor asing keÂpada perusahaan lokal. TujuanÂnya, agar proyek yang dibanÂgun di Indonesia bisa bersifat berkelanjutan khususnya untuk perawatan pembangkit.
"Siemens kan mau investasi di bidang listrik, dia mau bantu
capacity building, dan mau bantu vokasi segala macam, kita manfaatkanlah ini kan dia jago-jago tuh," tukas dia.
CEO PT Siemens Indonesia Josef Winter menyebutkan, akan merealisasikan komitmen atas peningkatan konten lokal. Termasuk dengan memberikan pelatihan kerja bagi pekerja yang berasal dari BUMN mitra.
Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan tiga BUMN untuk meningkatkan konten lokal pembangkit listrik di IndoneÂsia. Tiga BUMN itu yakni PT Barata Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad.
"Kita sangat tertarik dengan proyek pembangkit listrik, conÂtoh
small power plant untuk
remote area. Kita bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk membantu mereka karena kita memiliki teknologi tinggi," ujarnya.
Menurutnya, respons pemerÂintah positif dan sangat menÂdukung rencana tersebut untuk mempercepat pemerataan elekÂtrifikasi di Indonesia. "Sangat positif dan banyak dukungan, dan kita mau membuat ini karÂena Indonesia butuh energi dan membutuhkan kapasitas lebih untuk industri," kata Josef.
Winter menambahkan, total investasi yang sudah dilakukan Siemens selama ini menyentuh 200 juta dolar AS untuk tiga pabrik. "Semua pabriknya berÂproduksi untuk Indonesia dan untuk ekspor misalnya untuk m
edium, high voltage, dan Asian
market," ujar Winter.
Winter juga menyebutkan, pabrik Siemens yang berada di Cilegon bahkan sudah menyuÂplai produk komponen pemÂbangkit ke Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini, perusahaan berencana meningkatkan kapaÂsitas pabrik.
Namun, ia enggan menyebutÂkan, berapa besar peningkatan produksi yang bisa didapat dari perluasan pabrik. Peningkatan produksi akan diselarasakan dengan proyek 35 ribu megaÂwatt (MW) yang sedang digarap Siemens bersama PLN dan tiga BUMN lainnya. ***