Berita

Foto/Net

Bisnis

Siemens Diminta Pakai Produk Buatan Lokal

Garap Proyek Pembangkit Listrik
KAMIS, 23 MARET 2017 | 10:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rombongan petinggi Siemens menyambangi kantor Menko Perekonomian Darmin Nasution, kemarin. Kedatangannya untuk membicarakan beberapa proyek investasi di Indonesia. Salah satunya, membangun pembangkit listrik di daerah terpencil. Siemens pun diminta pakai konten lokal.

Rombongan petinggi Sie­mens Indonesia sampai di kan­tor Menko Darmin pukul 10.00 WIB. Rombongan diterima Deputi Bidang Koordinasi Pen­gelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Montty Girianna.

Usai pertemuan, Montty men­gatakan, salah satu isi pembicar­aan adalah proyek yang sedang dikerjakan Siemens Indonesia. "Dia kan mau investasi di bidang listrik, dia mau bantu capacity building," kata Montty.


Ada beberapa proyek yang sedang digarap Siemens, yakni pembangunan gardu induk atau Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kilo Volt (KV) di Tambun, dan Gas Insulated Substation 150 kV Tambun II Incomer. Siemens berperan sebagai kon­traktor PLN di proyek ini.

Ia meminta Siemens untuk tetap mengedepankan konten lokal dalam pembangunan pem­bangkit. "Dengan melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun wajib mengguna­kan konten lokal," tuturnya.

Montty menambahkan, pada prinsipnya pemerintah ingin mendorong adanya transfer teknologi dari investor asing ke­pada perusahaan lokal. Tujuan­nya, agar proyek yang diban­gun di Indonesia bisa bersifat berkelanjutan khususnya untuk perawatan pembangkit.

"Siemens kan mau investasi di bidang listrik, dia mau bantu capacity building, dan mau bantu vokasi segala macam, kita manfaatkanlah ini kan dia jago-jago tuh," tukas dia.

CEO PT Siemens Indonesia Josef Winter menyebutkan, akan merealisasikan komitmen atas peningkatan konten lokal. Termasuk dengan memberikan pelatihan kerja bagi pekerja yang berasal dari BUMN mitra.

Ia mengatakan, akan bekerja sama dengan tiga BUMN untuk meningkatkan konten lokal pembangkit listrik di Indone­sia. Tiga BUMN itu yakni PT Barata Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad.

"Kita sangat tertarik dengan proyek pembangkit listrik, con­toh small power plant untuk remote area. Kita bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk membantu mereka karena kita memiliki teknologi tinggi," ujarnya.

Menurutnya, respons pemer­intah positif dan sangat men­dukung rencana tersebut untuk mempercepat pemerataan elek­trifikasi di Indonesia. "Sangat positif dan banyak dukungan, dan kita mau membuat ini kar­ena Indonesia butuh energi dan membutuhkan kapasitas lebih untuk industri," kata Josef.

Winter menambahkan, total investasi yang sudah dilakukan Siemens selama ini menyentuh 200 juta dolar AS untuk tiga pabrik. "Semua pabriknya ber­produksi untuk Indonesia dan untuk ekspor misalnya untuk medium, high voltage, dan Asian market," ujar Winter.

Winter juga menyebutkan, pabrik Siemens yang berada di Cilegon bahkan sudah menyu­plai produk komponen pem­bangkit ke Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini, perusahaan berencana meningkatkan kapa­sitas pabrik.

Namun, ia enggan menyebut­kan, berapa besar peningkatan produksi yang bisa didapat dari perluasan pabrik. Peningkatan produksi akan diselarasakan dengan proyek 35 ribu mega­watt (MW) yang sedang digarap Siemens bersama PLN dan tiga BUMN lainnya. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya