Berita

Foto/Net

Nusantara

Konflik Dan Ketegangan Karena Perbedaan Bukan Tradisi NU-Muhammadiyah

KAMIS, 23 MARET 2017 | 08:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kejelian sutradara film Bid'ah Cinta, Nurman Hamim, patut diapresiasi sebab film yang dibuatnya berhasil menyuguhkan edukasi bagaimana hidup toleran di tengah masyarakat yang beragam, baik dari sisi suku maupun agama.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Kakpesdam) PBNU, Rumadi Ahmad. Menurut Rumadi, film yang menceritakan ketegangan akibat perbedaan pemahaman keagamaan telah menjadi cermin kondisi sekarang ini. Dan dalam cerita di film tersebut, setidaknya bisa menjadi gambaran juga bahwa cinta dan saling menghormati bisa menjadi jembatan atas perbedaan.

"Saya mengapresiasi keterusterangan dalam mengangkat masalah ketegangan seperti ini. Karena selama ini di dunia nyata ini hanya menjadi gunjingan di pojokan saja. Nah di sini di film ini disampaikan secara terus terang. Orang banyak yang bilang masalah ini sensitif, tetapi di film ini berhasil suguhkan suatu yang serius tetapi dengan santai, bahkan bisa dengan tertawa. Itu yang saya apresiasi," kata Rumadi dalam diskusi 'Kala Asmara Terbentur Paham Agama' usai nonton bareng film Bid'ah Cinta, di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (22/3).


Dalam film tersebut digambarkan bagaimana cinta antara Khalida dan Kamal yang terbentur perbedaah pemahaman keagamaan. Kedua orang tuanya juga kemudian ikut terlibat dalam ketegangan tersebut, bahkan hingga merembet ke komunitas masyarakat. Namun pada akhirnya, ada pemahaman dan suatu kesepakatan agar tidak menjadikan perbedaan itu agar tidak menjadi ketegangan dan sepakat untuk saling menghormati.

Menurut Rumadi, ketegangan komunitas sebagaimana digambarkan dalam film tersebut yang dipicu perbedaan pemahaman bukanlah cermin NU dan Muhammadiyah dalam menyikapi perbedaan. Kalau NU dan Muhammadiyah sekarang ini, kata dia, justru sudah saling mendekat diantara perbedaan-perbedaan yang ada. Tidak ada lagi ketegangan soal perbedaan qunut, ziarah kubur, tahlil, hingga soal penentuan hari raya.

"Sekarang sudah saling mendekat, tidak lagi ada kenyinyiran. Bahkan yang dulu menjadi perbedaan sekarang bisa menjadi bahan untuk joke. Dulu ziarah kubur, perdebatannya soal pokok agama, soal kemusyrikan, tetapi itu sekarang itu sudah bisa mentoleransi di masyarakat kita. Kemudian soal hari raya, itu soal prinsip lho, karena soal haram dan halalnya makan. Tetapi mereka (NU-Muhammadiyah) bisa mentoleransi," ungkapnya.

"Sekarang ini ada kelompok yang menimbulkan persoalan baru dan ketegangan baru. Jadi yang konflik itu bukan tradisi Muhammadiyah maupun NU. Tetapi varian lain," ungkap Rumadi tanpa menyebutkan kelompok yang dimaksud. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya